Leuweung Seni, Kedai Ikonik Lokal Bikin Nyaman di Purwakarta

- Sabtu, 25 September 2021 | 20:11 WIB
Leuweung Seni ini dirikan bertujuan agar para pekerja seni yang tidak bisa pentas bisa makan di sini, para pelaku UMKM juga bisa berjualan. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)
Leuweung Seni ini dirikan bertujuan agar para pekerja seni yang tidak bisa pentas bisa makan di sini, para pelaku UMKM juga bisa berjualan. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

Leuweung Seni ini dirikan bertujuan agar para pekerja seni yang tidak bisa pentas bisa makan di sini, para pelaku UMKM juga bisa berjualan.

PURWAKARTA KOTA, AYOBANDUNG.COM — Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan roda perekonomian di tengah masa pandemi.

Kreatifitas juga semangat tinggi menjadi faktor utama agar tetap mendapat penghasilan meski dimasa sulit.
 
Seperti yang dilakukan Sanggar Seni yang berlokasi Kelurahan Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta Kota, Kabupaten Purwakarta.
 
Mereka menyulap tempat itu menjadi wisata kuliner yang unik dinamai Leuweung Seni.
 
Seketika setelahnya, kedai kuliner ini mampu menyedot perhatian masyarakat luas, baik siang maupun malam hari.
 
"Berkaca dari masa pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun, kami berpikir bagaimana cara mengaktifkan sanggar seni yang mulai vakum, para pekerja seni yang tidak punya penghasilan, cara ini jadi solusi sementara," ujar Pengelola Leuweung Seni juga pegiat seni, Iyus Mankamal, Sabtu 25 September 2021.
 
Sanggar Seni ini sulap menjadi tempat ikonik oleh Iyus bersama kawan-kawannya, agar tetap mendapat penghasilan meski tak bisa pentas.
 
Dia mengatakan, sebenarnya Leuweung Seni ini dirikan bertujuan agar para pekerja seni yang tidak bisa pentas bisa makan di sini, para pelaku UMKM juga bisa berjualan selama pandemi.
 
"Maka dari itu terciptalah Leuweung Seni ini," kata dia.
 
Tidak hanya didesain sebagai kedai kuliner, dia juga betujuan menjadikan lokasi ini menjadi pusat pelestarian budaya dan seni. Di sini ada sanggar tari, padepokan pencak silat.
 
Selain itu, Leuweung Seni juga punya tujuan bagus untuk melestarikan kuliner lokal.
 
"Jadi bukan kafe sebetulnya, tapi kita buat kedai makan yang tujuannya melestarikan kuliner lokal," kata Iyus menegaskan.
 
Adapun menu yang disajikan cukup beragam namun lebih kuliner khas Sunda yang memang sudah sulit ditemukan di tempat lain, di antaranya angeun tutut (sop keong sawah), kuliner lokal warisan karuhun.
 
Ada juga goreng ketan, comro (makanan olahan singkong), hingga lotek dan karedok (gado-gado).
 
"Soal harga cukup terjangkau Rp10.000 pengunjung sudah bisa pesan bandrek, combro, dan goreng ketan, satunya hanya Rp2.000. Kita buka setiap hari Pukul 11.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB," ujar Iyus.
 
 
Sanggar seni yang dikelola Iyus sudah berjalan hampir 20 tahun. Sementara Leuweung Seni baru berjalan dua bulan dan baru diresmikan dua minggu terakhir.
 
"Kalau prokes jelas kita utamakan juga. Kemarin kita kedatangan pengunjung dari luar kota kami cek sertifikat vaksin mereka," tutup Iyus. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X