Dokter Ungkap Kondisi Terkini Tukul Arwana: Tidak Ada Kaitannya dengan KIPI

- Jumat, 24 September 2021 | 16:34 WIB
Tukul Arwana. Kondisi komedian berusia 57 tahun itu disebut berangsur membaik. (Wikimedia Commons)
Tukul Arwana. Kondisi komedian berusia 57 tahun itu disebut berangsur membaik. (Wikimedia Commons)
LENGKONG AYOBANDUNG.COM — Ega Prayudi, anak dari Tukul Arwana mengabarkan kondisi terkini ayahnya. Ia mengatakan, kondisi komedian berusia 57 tahun itu kini berangsur membaik.
 
Sebelumnya, presenter kondang Tukul Arwana dilarikan ke Rumah Sakit Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur pada Rabu, 22 September 2021. Ia dikabarkan mengalami pendarahan otak.

"Jadi saya baru dapat informasi dari manajer (Tukul Arwana). Kondisi ayah Alhamdulillah normal," kata Ega Prayudi di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional, Cawang, Jakarta Timur, dikutip dari suara.com pada Jumat, 24 September 2021.
 
Ega Prayudi mengaku tak tahu secara pasti awal mula yang dikeluhkan oleh ayahnya. Ia baru tahu kabar bahwa Tukul Arwana tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
 
Meski demikian, ia akan selalu mengabarkan kepada awak media untuk memberikan kabar terbaru dari Tukul Arwana. Ia berharap ayahnya dapat lekas membaik.

"Nanti perkembangannya mungkin bisa saya update lagi," tutur Ega Prayudi.
 
Sebelumnya, penjaga rumah Tukul, Jaka, mengatakan atasannya dibawa ke rumah sakit pada Rabu, 22 September 2021. Menurut Jaka, Tukul sempat mengeluhkan sakit kepala.

"Kelihatannya pusing-pusing. Ya sudah bawa ke dokter gitu. Aku nggak tau sih apa sudah pulang atau gimana sekarang," ujarnya.

Tukul Arwana kemudian menjalani operasi selama 3 jam di rumah sakit tersebut pada Rabu malam.
 
Mendadaknya komedian ternama ini dilarikan ke rumah sakit dikaitkan dengan vaksinasi. Sebab, sebelum dirawat, Tukul Arwana sempat divaksin Covid-19.

Direktur Utama Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dr. Mursyid Bustami merespons isu tersebut.
 
Mursyid menjelaskan kondisi Tukul Arwana yang mengalami pendarahan otak bukan karena KIPI Covid-19.

"Tidak ada korelasi antara stroke pendarahan otak dengan vaksinasi Covid-19, apalagi disebutkan stroke pendarahan akibat KIPI Covid-19. Apapun merek vaksinnya, belum ada yang mengatakan bahwa ada risiko terjadinya stroke pendarahan akibat vaksin. Ini perlu kami klarifikasi. Secara ilmiah pun tidak ada hubungannya," ujar dr Mursyid, dilaporkan Suara.com, Jumat, 24 September 2021.

Menurutnya, KIPI yang biasa terjadi akibat vaksinasi di antaranya adalah demam beberapa hari hingga rasa nyeri di bekas suntikan.

"Itu efek biasa. Dan akan hilang, tidak akan menimbulkan dampak sama sekali." ungkap Mursyid.

Sementara itu, terkait kabar vaksinasi meningkatkan kekentalan darah sehingga bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah, dr. Mursyid menyangkalnya.

"Kami tidak pernah menerima pasien pascavaksin itu mengalami stroke, dari beberapa laporan yang kami dapatkan dari teman-teman spesialis syaraf juga tidak ada pasien yang mengalami stroke setelah vaksin.

Ia mengungkapkan, beberapa perhimpunan yang berhubungan dengan vaksin sudah menyusun SOP terkait vaksin ini.

Tukul Arwana saat ini sedang menjalani perawatan di RS PON, Kramat Jati, Kota Jakarta Timur karena stroke akibat pendarahan otak yang dia alami beberapa waktu lalu.

Ada sejumlah faktor penyebab seseorang mengalami stroke pendarahan otak di antaranya adalah faktor-faktor yang bisa dikontrol dan tidak.

"Kalau yang bisa dikontrol adalah gaya hidup, sementara yang tidak bisa dikontrol ya usia atau misalnya ras, ras kulit hitam jauh lebih berisiko dibanding ras kulit putih," kata dr. Mursyid.

Baca Juga: Efektivitas Vaksin Covid-19 Berkurang Seiring Waktu, Apa Dampaknya?

Pembuluh darah, kata dr Mursyid sejatinya memiliki titik lemah yang pada waktu tertentu bisa meningkat.
 
 
Ketika terdapat pembekuan pada darah, maka darah bisa keluar dari pembuluh darah lemah tersebut dan mengganggu fungsi otak.

"Stroke jenis pendarahan otak ini hanya 20 persenan dibanding stroke jenis penyumbatan pembuluh darah." tutur dia.

Lebih lanjut dr. Mursyid mengingatkan agar masyarakat untuk bisa mengenali tanda-tanda dari penyakit stroke melalui metode FAST (wajah terkulai, tangan lemah, sulit bicara, panggil bantuan).

Tanda pertama orang dapat diduga terkena stroke yang mudah dikenali, yakni wajah nampak terkulai.
 
Pada tanda ini, wajah seseorang akan terlihat tidak simetris. Tanda kedua dapat terlihat dari lemahnya satu sisi tangan yang terjadi secara tiba-tiba.

Dia menjelaskan saat seseorang beraktivitas, kemudian salah satu lengan sulit untuk digerakkan atau tidak mampu terangkat secara simetris maka dapat diduga orang tersebut terindikasi mengalami stroke.

Tanda ketiga, kata Mursyid, orang yang mengalami stroke cenderung sulit untuk berbicara, berbicara tidak jelas atau bahkan menjadi cadel (sulit melafalkan suatu kata).
 
Baca Juga: Tukul Arwana Pendarahan Otak Efek Vaksin? Ini Kata Dirut RS PON

“Kemudian, pada saat bicara, mungkin cadel bicaranya, bahkan tidak bisa berkomunikasi dengan baik,” kata dia.

Ia mengimbau kepada masyarakat, apabila telah mengenali ketiga tanda tersebut, maka harus segera dibawa ke rumah sakit agar pasien stroke mendapatkan penanganan yang optimal sesuai dengan golden period (waktu penanganan terbaik) pasien.

“Jadi, kalau terjadi stroke segera ah ke rumah sakit. Apa pun, kapan pun, jangan menunggu sesuatu. Kenali gejalanya, kalau ada seperti itu pergi ke UGD rumah sakit. Makin cepat ditangani, makin baik hasilnya,” tegas dia.

Terkait kondisi Tukul Arwana saat ini, RS PON menolak memberikan penjelasan rinci karena terkait dengan kode etik kedokteran.

"Terkait kondisi, silakan konfirmasi dengan anggota keluarga beliau," terang Mursyid. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X