Pakar Waspadai Potensi Covid-19 Meningkat di Momen Libur Akhir Tahun

- Jumat, 24 September 2021 | 09:51 WIB
[Ilustrasi] Pakar mengatakan libur panjang akhir tahun berpotensi menyebabkan kasus Covid-19 meningkat jika tidak diantisipasi. Pakar mengatakan sejumlah hal yang bisa menimbulkan gelombang ketiga Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi] Pakar mengatakan libur panjang akhir tahun berpotensi menyebabkan kasus Covid-19 meningkat jika tidak diantisipasi. Pakar mengatakan sejumlah hal yang bisa menimbulkan gelombang ketiga Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pakar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Iwan Ariawan mengatakan libur panjang akhir tahun berpotensi menyebabkan kasus Covid-19 meningkat jika tidak diantisipasi. Iwan mengatakan sejumlah hal yang bisa menimbulkan gelombang ketiga Covid-19.

Faktor-faktor itu adalah peningkatan mobilitas penduduk yang tidak disertai peningkatan protokol kesehatan, penurunan pelacakan kasus, cakupan vaksinasi melambat (rendah), serta adanya varian baru yang lebih menular.

"Libur panjang yang disertai peningkatan mobilitas penduduk dan minim protokol kesehatan menjadi risiko tinggi terjadinya lonjakan kasus," kata Iwan Ariawan dinukil Republika.co.id, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: HP Gaming Murah RAM Besar Performa Kencang 1 Jutaan Terbaik 2021

Banyak ahli memprediksi Desember hingga Januari. Sebab, saat itu terjadinya peningkatan mobilitas penduduk dan kerumunan karena liburan akhir tahun.

"Masyarakat baru sadar atau menyesal setelah terjadi kenaikan kasus pada dia atau keluarganya terinfeksi," kata Iwan.

Menurut Iwan, gelombang ketiga Covid-19 bisa dicegah menggunakan indikator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagai gabungan indikator transmisi dan kapasitas respons. Iwan menyarankan pemerintah agar tidak ragu untuk meningkatkan level PPKM di daerah rawan. Ia mengatakan potensi gelombang ketiga COVID-19 tetap ada walaupun vaksinasi sudah lebih dari 50 persen sebelum Desember.

"Karena tidak ada vaksin yang efektivitasnya 100 persen dan efektivitas vaksin bisa berkurang jika ada varian baru," ujarnya.

Baca Juga: Cara Daftar Vaksin Bandung Update Terbaru Per 23 September 2021, Bisa untuk Disabilitas

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Aksara Kawi Akan Rilis di Tabel Unicode Tahun 2022

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:21 WIB
X