Guyonan Malam Jumat Sunah Rosul dan Hubungan Intim Suami Istri

- Kamis, 23 September 2021 | 14:45 WIB
Guyonan malam Jumat sunnah Rasul sering dikaitkan dengan hubungan suami istri. Ilustrasi. (Pixabay/Charles Davis)
Guyonan malam Jumat sunnah Rasul sering dikaitkan dengan hubungan suami istri. Ilustrasi. (Pixabay/Charles Davis)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Setiap Kamis tiba, ada beberapa orang yang bercanda satu sama lain dengan ucapan, “Sudah hari Kamis lagi, sunah rasul,” “Jangan ganggu, malam ini sunah rasul,” “Malam Jumatan, sunah rasul,” atau sedikit rasial “Ayo membunuh Yahudi,” dan banyak istilah lain dengan makna serupa. Bagaimana pandangan Islam terhadap hal tersebut?.

Semua istilah itu sering diartikan sebagai aktivitas hubungan intim suami istri. Canda atau guyon sebenarnya tidak masalah dalam agama. Hanya saja ada kedudukan hukum agama terkait hubungan sunah rasul, malam Jumat, dan hubungan intim suami-istri.

“Di dalam sunah tidak ada anjuran berhubungan seksual suami istri di malam-malam tertentu, antara lain malam Senin atau malam Jumat. Tetapi ada segelintir ulama menyatakan anjuran hubungan seksual di malam Jumat”.

Baca Juga: Hubungan Seksual Malam Jumat Sunah Rasul? Ini Waktu Bercinta Terbaik

Pernyataan ini dikutip Republika dari situs resmi Nahdlatul Ulama, nu.or.id, yang menukilkan pendapat Syekh Wahbah az-Zuhayli dalam al-Fiqh al-Islami wa Adillatuh, cetakan kedua, 1985 M/1305, Beirut, Darul Fikr, juz 3 halaman 556.

Keterangan Syekh Wahbah az-Zuhayli ini dengan terang menyebutkan sunah Rasulullah tidak menganjurkan hubungan suami istri secara khusus di malam Jumat.

"Kalau pun ada anjuran, itu datang dari segelintir ulama yang didasarkan pada hadits Rasulullah SAW dengan redaksi, "Siapa saja yang mandi di hari Jumat, maka...".

Dari sini kemudian sebagian ulama itu menafsirkan kesunahan hubungan badan suami istri malam Jumat. Tetapi sekali lagi kesunahan itu didasarkan pada tafsiran/interpretasi, bukan atas anjuran Rasulullah secara verbal. Meski demikian, Syekh Wahbah sendiri tidak menyangkal bahwa hubungan intim suami-istri mengandung pahala.

Hanya saja tidak ada kesunahan melakukannya secara prioritas di malam Jumat. Sehingga hubungan intim itu boleh dilakukan di hari apa saja tanpa mengistimewakan hari atau waktu-waktu tertentu.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Doa Buka Puasa Senin Kamis

Minggu, 16 Januari 2022 | 12:00 WIB

5 Amalan Hebat Setiap Hari, Amalkan Yuk

Jumat, 14 Januari 2022 | 09:00 WIB

Niat Puasa Qadha Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:48 WIB

Zikir dan Doa Bangun Tidur Sesuai Hadis dan Sunah

Selasa, 11 Januari 2022 | 21:16 WIB

6 Akibat Minuman Keras Menurut Islam

Minggu, 9 Januari 2022 | 14:00 WIB

Hukum Terlambat Mengumandangkan Adzan

Jumat, 7 Januari 2022 | 11:40 WIB
X