Vaksin Tahap 73 Tiba, Indonesia Genjot Vaksinasi Lansia dan Remaja

- Rabu, 22 September 2021 | 18:40 WIB
ilustrasi -- Sudah 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap.  (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
ilustrasi -- Sudah 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah kembali menambah ketersediaan vaksin Covid-19 dengan menerima kedatangan vaksin tahap 73 sebanyak 684.900 dosis vaksin jadi AstraZeneca, Rabu (22/9/2021).

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, dengan tambahan ini, total vaksin jadi AstraZeneca, baik melalui pembelian langsung, multilateral, atau bilateral yang sudah hadir di Indonesia mencapai 24.520.300 dosis.

"Kami mencatat, dengan kedatangan vaksin tahap 73 ini, maka secara total vaksin yang sudah hadir di Indonesia dalam bentuk bahan baku (bulk) dan jadi adalah 268.235.300 dosis,” kata Nadia, Rabu (22/9/2021).

Baca Juga: 19 Daftar HP Samsung RAM Besar Baterai Jumbo 1 Jutaan Terbaik 2021

Menurut Nadia, per 21 September 2021 pukul 18.00, sudah 81 juta orang mendapatkan vaksin dosis pertama dan 46 juta orang di antaranya telah mendapatkan dosis lengkap. Dengan kata lain, 39 per 100 orang penduduk sasaran vaksinasi di Indonesia telah mendapatkan vaksin dosis pertama.

Lebih lanjut, Nadia menjelaskan tentang capaian vaksinasi untuk kelompok remaja atau kelompok usia 12 -17 tahun, saat ini sudah mencapai 12,68% dari sasaran vaksinasi untuk dosis pertama. Sementara capaian vaksinasi untuk dosis kedua atau dosis lengkap telah mencapai 8,68% dari sasaran vaksinasi.

“Pemerintah sangat mengharapkan dukungan para orang tua, untuk membantu para penerus bangsa kita segera mendapatkan proteksi dari virus Covid-19. Mari kita antar anak-anak kita melakukan vaksinasi agar semakin banyak anggota keluarga yang terlindungi,” tuturnya.

Nadia menyoroti masih rendahnya cakupan vaksinasi bagi lansia yang belum menunjukan peningkatan signifikan. Dari 21,5 juta sasaran vaksinasi, jumlah yang sudah mendapatkan dosis pertama masih berada pada kisaran angka 27,75 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan dosis kedua sekitar 19.40 persen.

Baca Juga: BSU Rp 1 Juta Tahap 4 Dipotong? Cek Nama Penerima di Sini

Nadia menyadari, perlu dukungan semua pihak untuk mendorong vaksinasi lansia, sebab kelompok lansia memiliki risiko kematian tertinggi jika terinfeksi Covid-19.

"Kami berharap, para petugas di daerah dapat memberikan kemudahan akses dan layanan, sehingga kita mampu menjangkau lebih banyak warga lansia. Pemerintah juga mengajak keluarga para lansia, untuk membantu menyegerakan vaksinasi, yang sangat penting guna memberikan perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan ini,” ujar Nadia.

Pemerintah terus berupaya keras untuk mengamankan ketersediaan vaksin di tanah air. Juga berkolaborasi dengan banyak pihak dalam melaksanakan distribusi secara cepat dan tepat sasaran, serta menyelenggarakan tempat layanan vaksinasi yang tersebar hingga pelosok Indonesia.

“Di tengah kebutuhan vaksin yang mendesak di seluruh dunia, kita harus bersyukur pemerintah dapat memastikan stok vaksin bagi bangsa Indonesia. Semua vaksin yang dipakai di Indonesia aman dan berkhasiat untuk melindungi kita dari gejala berat juga kematian akibat Covid-19. Jadi, masyarakat jangan ragu. Ayo cepat vaksin,” ujarnya.

Baca Juga: Ciri Gula Darah Tinggi Terlihat dari Ketiak, Segera Cek!

Vaksinasi Remaja di Kota Bandung

Sebelumnya, sebanyak 30.000 remaja usia 12 sampai 17 tahun di Kota Bandung sudah menjalani vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Total target sasaran vaksinasi terhadap remaja mencapai 238.139 orang dengan kebutuhan dosis vaksin mencapai lebih dari 400.000.

Melalui laman resminya, Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan, hingga Senin, 23 Agustus 2021, dosis pertama untuk remaja sudah sebanyak 28.846 orang atau 12.11%. Sedangkan dosis kedua sebanyak 10.749 orang atau 4.51%.

Total vaksinasi Covid-19 di Bandung sudah mencapai 1.112.611 orang atau 56.99% dan dosis kedua 684.784 orang atau 35.07%. Sedangkan untuk dosis ketiga 6.627 orang dan total target sasaran sebanyak 1.952.358 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengatakan, vaksinasi Covid-19 terhadap para remaja sudah dilakukan di setiap puskesmas. Jenis vaksin yang harus diberikan kepada remaja yaitu vaksin Sinovac.

"Selama ini sudah mulai remaja Kota Bandung di puskesmas vaksinasi terus hanya untuk remaja khusus dia harus pakai Sinovac. Untuk itu kita sangat mengatur tergantung ketersediaan Sinovac," ungkapnya.

Ia mengaku sejauh ini belum mendapatkan kembali dosis Sinovac. Saat ini dosis vaksin Sinovac yang ada diperuntukkan untuk vaksinasi dosis kedua.

"Sekarang kita belum mendapatkan kembali distribusi vaksin Sinovac yang ada Astrazeneca, Moderna jadi kita menunggu kiriman berikutnya. Sinovac yang ada sekarang untuk dosis kedua yang dulu Sinovac," jelasnya.

Ahyani mengaku harus mengatur penyaluran dosis vaksin dan mengantisipasi agar tidak terjadi peristiwa masyarakat tidak dapat menerima dosis kedua dengan alasan kehabisan stok. Pihaknya juga terus mengupayakan agar vaksinasi Covid-19 kepada seluruh peserta didik dapat terus diakselerasi.

Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 21 Diumumkan Senin? Cek Nama Penerima Hasil Seleksi di Sini

Ia mengatakan, dosis vaksin untuk peserta didik sudah datang pekan lalu. Target dosis yang diperlukan mencapai 400.000 dosis untuk kurang lebih 200.000 peserta didik di Kota Bandung.

"Kalau remaja sudah 27.773 (divaksin) artinya di wilayah jalan terus," katanya.

Ia mengatakan efek pascavaksin yang dirasakan para remaja mayoritas bergejala ringan yaitu sakit di area penyuntikan dan suhu mengalami kenaikan.

 

 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tes PPPK Guru Tahap 2 Diundur?

Kamis, 2 Desember 2021 | 10:24 WIB
X