Awas! Pelaku Kejahatan Seksual Anak Berisiko Mengulangi Perbuatannya

- Rabu, 22 September 2021 | 11:25 WIB
Saipul Jamil bebas dari penjara; Pembebasan mantan narapidana pencabulan anak, Saipul Jamil, yang disambut bak pemenang telah menuai kontroversi di tengah masyarakat. Ia bahkan diundang sejumlah acara di stasiun televisi. (Suara.com)
Saipul Jamil bebas dari penjara; Pembebasan mantan narapidana pencabulan anak, Saipul Jamil, yang disambut bak pemenang telah menuai kontroversi di tengah masyarakat. Ia bahkan diundang sejumlah acara di stasiun televisi. (Suara.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pelaku kejahatan seksual anak berisiko mengulangi perbuatannya. Psikolog klinis dan forensik, Kasandra Putranto, mengingatkan bahwa tindak kejahatan seksual terhadap anak itu cenderung akan berulang.

Baca Juga: Mau Bertemu Indro Warkop, Warkopi Banjir Cibiran Netizen

Dilansir dari Republika.co.id, karenanya, di berbagai negara, dibuat kebijakan hukum khusus bagi mantan narapidana kejahatan seksual yang akan dibebaskan.

Kasandra mengambil contoh praktik di Rusia dan Amerika Serikat. Kedua negara adidaya itu menggunakan kebijakan penahanan penuh bagi para pelaku pelecehan seksual anak. Lalu, ketika hendak dibebaskan, mereka akan dikebiri kimia.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Peringatkan Masyarakat soal Potensi Gelombang Ketiga Pandemi

"Kebiri kimia bukan hukumannya, tapi itu diberikan jika yang bersangkutan mau bebas. Kenapa itu diberikan? Karena menurut penelitian, pada dasarnya tindak kekerasan seksual pada anak itu cenderung akan berulang. Ini sebuah fakta," kata Kasandra dalam program Republika Newstory yang mengulas tentang "Kesempatan Kedua untuk Saipul Jamil".

Selain Kebiri Kimia, Ada Gelang Kaki Elektronik

Sementara itu, di Korea Selatan, mantan napi kejahatan seksual terhadap anak yang telah bebas akan diberi gelang kaki elektronik. Pemakaian gelang kaki ini guna memperkuat hukuman serta memantau pergerakan mantan napi agar tidak mengulangi kejahatannya.

"Persoalannya, di Indonesia masih jauh panggang dari api. Masih terjadi praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip yang sudah ada bukti," kata Kasandra.

Baca Juga: Sengketa Lahan Sentul City & Rocky Gerung, DPKPP Kabupaten Bogor Buka Suara

Di sisi lain, Kasandra mengapresiasi sikap masyarakat yang kompak membuat petisi penolakan Saipul Jamil tampil di depan publik lagi. Meski hukum Indonesia belum seperti di Korea Selatan, Amerika Serikat, atau negara lain, namun petisi itu bisa mendorong para pemangku kebijakan untuk bertindak tegas terhadap fenomena ini.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Vaksin Covid-19 Online dengan PeduliLindungi

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X