Satgas Covid-19 Peringatkan Masyarakat soal Potensi Gelombang Ketiga Pandemi

- Rabu, 22 September 2021 | 10:36 WIB
ilustrasi -- Masyarakat diminta tak euforia dan mematuhi protokol kesehatan. Kewaspadaan ini demi mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)
ilustrasi -- Masyarakat diminta tak euforia dan mematuhi protokol kesehatan. Kewaspadaan ini demi mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. (Ayobandung.com/Robby Fathan/Magang)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito memperingatkan agar masyarakat tidak euforia dan tetap mematuhi protokol kesehatan. Kewaspadaan ini demi mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang sudah mulai terjadi di beberapa belahan dunia.

Diketahui, saat ini, beberapa negara tetangga sedang mengalami lonjakan gelombang pandemi Covid-19 ketiga sehingga Indonesia patut waspada.

"Pada pola second wave di mana terdapat jeda tiga bulan, perlu kita antisipasi mengingat dalam tiga bulan ke depan ini kita akan memasuki periode libur Natal dan tahun baru 2022," kata Wiku, Selasa (21/9/2021).

Baca Juga: Penyebab Marak Boneka Pengemis di Bandung: Mereka Sebenarnya Malu Dikasihani

Wiku menyebut, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia terjadi lantaran faktor kurang kewaspadaan dari masyarkat di antaranya meningkatnya mobilitas dalam negeri hingga berbagai aktivitas sosial masyarakat.

"Beberapa faktor internal penyebab kenaikan kasus dan penyebaran virus adalah meningkatnya mobilitas dalam negeri, dan aktivitas sosial masyarakat yang terjadi bersamaan dengan periode mudik Idul Fitri dan sikap abai masyarakat terhadap protokol kesehatan," paparnya.

Sekadar informasi, lonjakan pertama kasus Covid-19 di Indonesia terjad Januari 2021 yang merupakan dampak libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang bersamaan lonjakan pertama dunia. Kendati demikian lonjakan kedua kasus Covid-19, dunia mengalaminya lebih cepat yakni April 2021.

Baca Juga: Rekomendasi 15 HP NFC Paling Murah Terbaik 2021

"Hal ini dapat terjadi melalui upaya ketat dalam penjagaan batas negara. Sehingga importasi kasus dari negara-negara yang sedang mengalami lonjakan dapat ditekan seminimal mungkin," lanjut Wiku.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Vaksin Covid-19 Online dengan PeduliLindungi

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X