BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Segera Lakukan Hal Ini

- Rabu, 22 September 2021 | 08:43 WIB
Hujan angin di Kota Bandung, Rabu, 14 April 2021. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)
Hujan angin di Kota Bandung, Rabu, 14 April 2021. (Ayobandung.com/Idham Nur Indrajaya)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Rabu, 22 September 2021.

Dilansir dari Republika.co.id, berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG menyebutkan, wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang antara lain, Banten, Bengkulu, Gorontalo, dan Kalimantan Tengah.

Lalu, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara. Selain itu, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Riau, Papua dan Papua Barat.

Baca Juga: Cuaca Bandung Hari Ini, Gerimis dari Siang Sampai Malam

Sementara itu, wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yakni DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Selatan. Sedangkan wilayah yang berpotensi angin kencang adalah Nusa Tenggara Timur.

BMKG menyebutkan, sirkulasi siklonik terpantau di sekitar wilayah Thailand dan di perairan barat Filipina yang membentuk daerah konvergensi (pertemuan dan perlambatan kecepatan angin) yang memanjang di sekitar sirkulasi siklonik tersebut. Daerah konvergensi juga terpantau memanjang dari Laut Banda hingga Selat Makassar bagian tengah dan di Papua.

"Kondisi ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut," sebut BMKG.

Antisipasi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem

Pakar klimatologi UGM, Dr Emilya Nurjani mengatakan, ada dua mitigasi yang bisa diambil, yaitu mitigasi struktural dan mitigasi non struktural. Mitigasi struktural menjadi langkah pengurangan resiko bencana melalui rekayasa teknis bangunan tahan bencana. Antara lain membersihkan sampah yang ada di selokan, sungai maupun tubuh airnya.

Baca Juga: Bau Kaki Tak Sedap Tanda Baik untuk Kesehatan, Kok Bisa?

Langkah itu untuk meningkatkan volume tangkapan sungai saat hujan, memperbaiki tanggul beton atau alam sungai agar debit sungai tidak meluap. Perbaiki pintu air bendung untuk pengaliran ke irigasi dan perkuat zona perakaran tanaman di tebing bukit.

"Juga membangun tebing tembok untuk mengurangi bahaya longsor di lereng-lereng yang berpotensi longsor," kata Emilya, Rabu, 15 September 2021.

Sedangkan, mitigasi non struktural dengan kebijakan tertentu bisa dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat bersama-sama terkait potensi bencana. Pemberdayaan warga sebagai relawan, regulasi dan peraturan untuk mitigasi dan adaptasi bencana.

Langkah yang harus disiapkan guna mengantisipasi salah satunya regulasi menyangkut tugas yang harus dilakukan dan di mana, termasuk pendanaan. Sosialisasi warga yang memiliki potensi terdampak dan tidak agar lebih peduli mitigasi maupun adaptasi.

"Pemerintah perlu membangun teknologi untuk mitigasi dan adaptasi karena dengan peningkatan kapasitas, maka resiko bencana akan berkurang," ujar Emilya.

Dosen Fakultas Geografi ini menekankan, untuk masyarakat bisa menerapkan teknologi rainwater harvesting atau menampung air hujan yang jatuh di atap lewat talang dan ditampung dalam penampungan air hujan. Itu bisa dimanfaatkan untuk simpanan air.

Bisa pula masukkan ke sumur resapan untuk pengisian air tanah, mencuci, mandi dan untuk kolam. Itu bisa ditempuh untuk kurangi air hujan yang terbuang menjadi air larian yang bisa jadi genangan. Bisa pula dengan menebang cabang pohon tinggi.

Lalu, memangkas ujung-ujung pohon untuk mengantisipasi bencana angin kencang yang mungkin terjadi saat hujan lebat. Selain itu, ia menilai, masyarakat di daerah pedesaan juga bisa membuat sumur resapan bersama (biopori) atau membersihkannya.

Baca Juga: Ayah Taqy Malik Akan Laporkan Balik M Jika Hal Ini Terjadi

"Sehingga, tebal air hujan yang ditampung bisa lebih banyak," kata Emilya.

Itulah informasi tentang potensi cuaca ekstrem dan bagaimana cara mengantisipasinya. Semoga informasi ini bermanfaat.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Daftar Vaksin Covid-19 Online dengan PeduliLindungi

Senin, 18 Oktober 2021 | 22:00 WIB

9 Daerah Turun Status ke PPKM Level 1, Ada Bandung?

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:47 WIB

Resmi! PPKM Diperpanjang Lagi hingga 1 November 2021

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:25 WIB

Kemenag Siap Selenggarakan Haji, Ini Syaratnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:14 WIB
X