PT Asuransi Jiwasraya Diduga Lakukan 3 Pelanggaran ke Pegawai

- Selasa, 21 September 2021 | 19:46 WIB
PT Asuransi Jiwasraya (Persero).  Jiwasraya  (PT Asuransi Jiwasraya (Persero))
PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Jiwasraya (PT Asuransi Jiwasraya (Persero))

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Para Pegawai, Serikat Pekerja Jiwasraya, sebagai organisasi pekerja/buruh yang terlegitimasi dan sah berdasarkan hukum melayangkan protes terhadap pihak perusahaan, PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Berdasarkan pernyataan tertulis yang diterima Ayobandung.com, 21 September 2021, pegawai Jiwasraya diharuskan melaksanakan semua pekerjaan dengan segala konsekuensi yang tidak mudah, mulai dari meningkatnya beban kerja, waktu kerja di luar normal, dan hal-hal lainnya.

Saat ini, terdapat beberapa permasalahan utama yang sedang dihadapi oleh para Pegawai dan Serikat Pekerja Jiwasraya, dengan 3 poin utama yang jadi sorotan.

1. Pelanggaran hak normatif dan syarat kerja dalam PKB

Terdapat fakta hukum terkait permasalahan atas pemenuhan hak-hak (syarat dan norma kerja) para Pegawai, yang sewajibnya dilaksanakan sepenuhnya oleh Perusahaan sehubungan dengan rencana Corporate Action/aksi perusahaan.

Aksi yang dimaksud tersebut berkaitan dengan restrukturisasi, yang pada intinya mengakibatkan terjadi peralihan pegawai dari perusahaan ke pihak lain.

Sehubungan adanya rencana perusahaan untuk melakukan perpindahan pegawai ke pihak lain dengan sebelumnya didahului adanya pengunduran diri dari para pegawai tanpa kompensasi yang jelas, selanjutnya dilakukan recruitmen proses, assessment dan lain-lain tanpa kepastian hubungan kerja.

Selain itu, tidak ada transparasi dan akuntabilitas atas kepastian hubungan kerja, syarat dan norma kerja; pengupahan; dan lain-lain, baik kepada pegawai yang dipindahkan ke pihak lain maupun yang tetap di perusahaan.

Serikat Pekerja Jiwasraya menyebut, pengunduran diri adalah hak asasi dari setiap Pegawai. Penggunaanya tidak dapat dipaksakan oleh siapa pun, termasuk oleh perusahaan.

Dalam hal terjadi pemaksaan atas hal tersebut, maka dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum yang memiliki akibat hukum tersendiri.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X