Lubang Ozon Kutub Selatan Lebih Besar dari Antartika, Apa yang Akan Terjadi?

- Senin, 20 September 2021 | 09:33 WIB
Planet Bumi (Wikipedia)
Planet Bumi (Wikipedia)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Badan Antariksa Eropa (ESA) melaporkan lubang ozon di atas Kutub Selatan telah berukuran lebih besar dari lubang yang ada di Antartika. Padahal lapisan ozon di atmosfer Bumi berfungsi untuk melindungi planet dari radiasi ultraviolet yang dipancarkan Matahari.

Dilansir dari Suara.com, beberapa dekade lalu, para ilmuwan memperingatkan adanya lubang yang menganggu di lapisan ozon. Meskipun ada kemajuan dalam menutup kerusakan ozon tersebut, lubang itu terus muncul kembali di Kutub Selatan setiap tahun, mencapai ukuran maksimumnya sekitar September atau Oktober.

ESA menyebut bahwa lubang ozon tahun ini mirip dengan 2020, yang merupakan salah satu lubang ozon terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Kakak Bocorkan Konsep Pernikahan Ria Ricis dan Teuku RYan

Data yang dikumpulkan satelit ESA Copernicus Sentinel-5P menunjukkan, lubang telah melebar dalam dua minggu terakhir.Sekarang, lebih besar dari 75 persen lubang ozon pada musim yang sama sejak 1979. Ukurannya membuatnya lebih besar dari Antartika.

Sebelumnya pada 1980-an, pemerintah di seluruh dunia setuju untuk menghapus secara bertahap bahan kimia buatan manusia, termasuk beberapa aerosol, yang merusak lapisan ozon.

"Beberapa zat perusak ozon yang dihasilkan oleh aktivitas manusia tetap berada di tratosfer selama beberapa dekade. Dengan kata lain, pemulihan lapisan ozon adalah proses yang sangat lambat dan panjang," tulis ESA dalam sebuah pernyataan, dikutip CNET, Senin, 20 September 2021.

Lubang ozon masih berada di jalur pemulihan jangka panjang. Pada 2018, NASA memberikan bukti langsung pertama bahwa larangan penggunaan bahan kimia mengarah pada penipisan ozon yang lebih sedikit. Para ilmuwan memprediksi lubang ozon di Kutub Selatan bisa menutup sekitar 2050.

Lubang Ozon di Antartika Seluar 4 Kali Australia

Dilansir dari Republika.co.id, tahun 2015, lubang pada lapisan ozon di atas Antartika telah meluas ke tingkat yang hampir mendekati rekor, mencakup area yang hampir empat kali ukuran Australia.

Baca Juga: 5 Asupan ini Harus Dihindari Saat Perut Kosong

Para ilmuwan dari PBB mengatakan, perluasan itu disebabkan suhu yang lebih dingin dari biasanya, ketimbang oleh kerusakan ekstra yang dialami lapisan pelindung Bumi.

Tapi hal itu masih bisa berarti adanya radiasi UV ekstra dan resiko atas lebih banyaknya orang di selatan Australia yang akan selama musim panas ini. Lubang pada lapisan ozon di atas Antartika telah dimonitor selama lebih dari 30 tahun.

 Menurut ilmuwan atmosfer, Profesor David Karoly, dari Universitas Melbourne, ukurannya berfluktuasi sangat tajam ketika muncul setiap musim semi.

"Setiap musim semi berakhir hampir selama 35 tahun, sudah ada penipisan ozon stratosfer di atas Antartika, terutama karena dua faktor yang sangat penting," katanya.

Profesor David menerangkan, "Peningkatan bahan kimia perusak ozon di atmosfer dan suhu udara dingin yang sangat khusus- yang terjadi di musim dingin dan musim semi di atas Antartika –lah yang memunculkan perusak ozon katalis yang memungkinkan ozon lebih cepat diserap oleh konsentrasi gas chlorofluorocarbons atau CFC - bahan kimia perusak ozon yang muncul di stratosfer akibat aktivitas manusia."

Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan, lubang ozon musiman tahun ini memuncak pada tanggal 2 Oktober, mencakup wilayah seluas 28,2 juta km persegi di atas Antartika - hampir empat kali ukuran Australia atau luas wilayah Rusia dan Kanada jika digabungkan.

Paul Krummel dari lembaga penelitian CSIRO mengatakan, hal ini sangat berbeda dibandingkan tahun lalu, ketika lubang ozon musiman masih menjadi salah satu yang terkecil dalam sejarah.

"Beberapa tahun terakhir, lubang ozon benar-benar cukup kecil tetapi tahun ini, ukuran lubang jelas-jelas cukup besar dan pada musim inilah, lubang ozon menjadi salah satu yang terbesar atau yang terbesar dalam sejarah, tetapi dalam hal luas keseluruhan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, ini adalah ketiga atau keempat terbesar," jelasnya.

Paul mengatakan, ukuran lubang ozon tahun ini disebabkan oleh suhu dingin yang tak biasanya, ketimbang oleh kerusakan tambahan di lapisan ozon.

Baca Juga: Video Viral Satpol PP Bogor Cekik PKL di Stadion Pakansari Bogor

"Apa yang benar-benar menentukan ukuran lubang ozon setiap tahun adalah kondisi meteorologi, dan tahun ini, suhunya sangat dingin di Antartika, dan pada musim seperti sekarang ini, udara hangat biasanya mulai berjalan keluar ke daerah itu dan hal itu belum terjadi ," terangnya.

Itulah informasi tentang kondisi lubang ozon terkini. Semoga ke depannya, kondisi bumi akan membaik ya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X