Masyarakat Harus Disiplin Pakai Masker di Acara Keagamaan

- Minggu, 19 September 2021 | 09:06 WIB
Salat Jumat berjemaah di Masjid Agung Cimahi, Jumat, 13 Agustus 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Salat Jumat berjemaah di Masjid Agung Cimahi, Jumat, 13 Agustus 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat diminta disiplin menggunakan masker dalam semua kegiatan keagamaan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah peularan Covid-19.

Dilansir dari Republika.co.id, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jajarannya untuk mengintensifkan gerakan menggunakan masker pada acara keagamaan. Pasalnya, kunci pencegahan Covid-19 yang saat ini bisa dilakukan yakni dengan memasifkan vaksinasi dan protokol kesehatan.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Optimistis Warga Bandung Divaksin 100 Persen Akhir 2021

"Saya kira salah satu upaya penanganan dan antisipasi saat perayaan keagamaan itu maskerisasi," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 September 2021.

Dia pun memerintahkan masing-masing Direktorat Jenderal agar melakukan pengadaan masker di setiap perayaan keagamaan. Menurut dia, tidak sedikit masyarakat yang enggan membeli masker karena dianggap belum menjadi prioritas.

“Kalau masyarakat dikasih, dipakai. Tapi kalau suruh beli tidak mau, lebih baik uangnya digunakan makan,” tutur Yaqut.

Oleh karena itu, Yaqut berharap pihaknya turut andil dalam gerakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dia juga berharap tempat ibadah bisa dioptimalkan sebagai ruang edukasi publik tentang pandemi Covid-19 hingga menjadi tempat memberikan pertolongan pertama.

“Ini memang tidak mudah, dan menjadi tantangan besar," ucap Yaqut.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menilai masih ada perayaan acara keagamaan yang masih berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

"Tetapi mohon maaf masih ada perayaan agama yang berlebihan yang hendaknya dikontrol langsung jangan terlalu banyak, yang bisa nanti menimbulkan klaster terbaru," kata Luhut.

Cara Pakai Masker untuk Cegah Varian Delta

Saat ini, COVID-19 varian delta telah merebak di berbagai negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Karena sifatnya yang lebih mudah menular dengan cepat, maka proteksi pun harus ditingkatkan.

Baca Juga: Klasemen Persib Terbaru Usai Imbang Lawan Bali United

Salah satunya adalah dengan mengenakan masker yang tepat. Dilansir dari Republika, Sabtu 7 Agustus 2021, sejumlah pejabat kesehatan di Amerika Serikat (AS) pun kembali merekomendasikan penggunaan masker untuk semua orang yang berada di area dalam ruangan di tempat-tempat publik. Bahkan, ini berlaku bagi mereka yang sudah divaksinasi, karena kekhawatiran penyebaran varian Delta lebih lanjut.

Michael Osterholm, ahli epidemiologi, sekaligus direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular Universitas Minnesota mengatakan bahwa banyak masker yang saat ini digunakan tidak sesuai dengan kebutuhan memberi perlindungan dari varian Delta.

Ia menilai bahwa sebagian besar jenis-jenis masker ini tidak dapat melindungi dan mencegah penyebaran, membuat seseorang tetap dapat menghirup aerosol mikroskopis yang menyebabkan COVID-19.

Secara khusus, Osterholm mengatakan sudah waktunya bagi orang-orang untuk menggunakan jenis masker yang digunakan. Ia mencatat diantara sejumlah jenis yang hanya memberi sedikit perlindungan dan masih banyak digunakan saat ini adalah kain, gator, dan jenis kain bandana.

“Kita tahu banyak masker yang dipakai orang-orang saat ini tidak terlalu efektif dalam mengurangi pergerakan virus masuk atau keluar,” ujar Osterholm.

Osterholm menunjukkan contoh ketidakefektifan masker seperti jika seseorang menggunakannya saat terjadi kebakaran hutan di wilayah barat laut AS. Ia mengatakan ketika itu terjadi, seseorang mungkin tetap dapat mencium semua aroma asap meski menggunakan masker dengan benar.

Menurut Osterholm sudah waktunya bagi orang untuk mulai menggunakan jenis masker yang tepat, yang dapat memperlambat penyebaran virus dengan benar. Ia mencatat jenis masker N95 akan banyak membantu lebih banyak orang, bahkan termasuk mereka yang belum divaksinasi.

Osterholm bukan ahli pertama yang mengadvokasi peningkatan masker dan alat perlindungan diri (APD) selama pandemi. Scott Gottlieb, mantan komisaris badan pengawas obat dan makanan AS atau Food & Drug Administration (FDA), berpendapat bahwa masker kualitas yang tepat diperlukan untuk melindungi dari strain yang menular seperti varian Delta.

Baca Juga: Frontline Boys Club Ajak Bobotoh Untuk Vaksinasi Cek Tanggal dan Lokasinya

"Ini tidak lebih mengudara, dan tidak lebih mudah ditembus oleh masker. Saya pikir, jika Anda mempertimbangkan untuk memakai masker, kualitas masker itu penting. Jadi, jika Anda bisa mendapatkan masker KN95 atau masker N95, itu akan memberi Anda lebih banyak perlindungan,” jelas Gottlieb.

Di Indonesia, pemerintah telah menyarankan penggunaan masker dobel untuk menyiasati masker medis biasa yang belum seampuh N95 atau KN95. Masker medis dapat digunakan di bawah masker kain agar tidak ada celah tersisa untuk virus dan bakteri masuk ke mulut dan hidung.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mentan Minta Ketangguhan Sistem Pangan Diperkuat

Kamis, 28 Oktober 2021 | 12:03 WIB

Resmi, Segini Harga Tarif PCR Terbaru di Jawa-Bali

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:51 WIB
X