Indonesia Siap Produksi Mobil Listrik Mei 2022

- Jumat, 17 September 2021 | 21:45 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (YouTube/Sekretariat Presiden)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (YouTube/Sekretariat Presiden)


LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia siap memproduksi mobil listrik pada Mei 2022. Pembuatan akan dilakukan atas kerja sama dengan pabrikan asal Korea Selatan, Hyundai.

"Sejak 2019, November, mencanangkan bagaimana Indonesia harus memproduksi mobil listrik," ujar Bahlil kepada awak media, Jumat, 17 September 2021. 

Dalam memproduksi kendaraan listrik, Indonesia membidik pasar Eropa di masa depan. Ia mengungkapkan, pada 2030, 70% kendaraan di Eropa akan memakai bahan bakar terbarukan untuk mengurangi Emisi.

Baca Juga: Indonesia Bangun Pabrik Baterai Kendaraan Listrik Pertama di Asia Tenggara Senilai Rp142 Triliun

Hyundai Motor Group bersama LG Energy Solution pada 15 September 2021 lalu memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang New Industrial City sebagai langkah awal bagi Indonesia untuk menjadi negara produsen mobil listrik.

Indonesia membangun pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Asia Tenggara, Rabu, 15 September 2021. (YouTube/Sekretariat Presiden)

Pabrik senilai Rp142 triliun itu akan dikelola PT HKML Battery Indonesia. Tak hanya LG Energy Solution, investasi juga dilakukan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang merupakan gabungan dari sejumlah BUMN seperti Pertamina, PLN, MIND ID, dan Antam.

Sementara itu, smelter pengolahan nikel dibangun di Maluku Utara yang dekat dengan bahan baku. Sedangkan lokasi recycle, cathode, dan precusor akan dibangun pada Desember 2021 di Batang.

Menurutnya, negoisasi dengan investor Korea Selatan terkait pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik ini tanpa menggunakan layanan konsultan asing. Seluruh tahapan dilakukan oleh putra putri terbaik bangsa dari Kementerian Investasi dan instansi terkait.

Memberikan Nilai Tambah Bagi Nikel

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jemaah Bisa Umrah Setelah Karantina Lima Hari

Jumat, 22 Oktober 2021 | 10:34 WIB
X