Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

- Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB
Amanat Galunggung harus dijaga. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Fira Nursyabani)
Amanat Galunggung harus dijaga. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Fira Nursyabani)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Galunggung di masa lalu merupakan sebuah mandala atau kabuyutan yang sangat dimuliakan. Mandala adalah tempat kegiatan keagamaan pada masa pengaruh kebudayaan Hindu.

Mandala menjadi tempat para tokoh memberikan pelajaran agama kepada murid-murid mereka, mendoakan keselamatan dan kesejahteraan raja dan negara, menulis ajaran agama dan pengetahuan lainnya. Saat masa kabuyutan itu, muncul amanat Galunggung yang berisi

“jaga isos di carék nu kwalyat, ngalalwakon agama nu nyusuk na Galunggung, marapan jaya pran jadyan tahun, heubeul nyéwana, jaga makéyana patikrama, paninggalna sya séda”.

Baca Juga: Kawanan Monyet Jarah Warung di Kawasan Objek Wisata Galunggung

Arti dari amanat Galunggung itu, yakni:

"Tetaplah mengikuti ucap orang tua, melaksanakan ajaran yang membuat parit pertahanan di Galunggung, agar unggul perang, serta tumbuh tanam-tanaman, lama berjaya panjang umur, sungguh-sungguhlah mengikuti patikrama warisan dari para suwargi."

Dilaporkan Ayotasik.com, isi amanat yang terdapat pada naskah Amanat Galunggung bersumber dari petuah-petuah Batari Hyang, yakni yang membuat parit pertahanan di Galunggung.

Salah satu peringatan Sang Batari dalam amanatnya ialah agar anak-turunannya dapat selalu menjaga ajaran leluhur, dan jika tidak mampu maka lebih mulia kulit lasun di tempat sampah.

Dalam Amanat Galunggung juga banyak ajaran yang ditujukan untuk semua kalangan masyarakat, di antaranya tentang pentingnya memelihara sikap rendah hati, seperti yang dikenal sekarang dengan sebutan ilmu padi.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X