Cakupan Vaksinasi di Daerah Bakal Jadi Indikator Evaluasi PPKM

- Jumat, 17 September 2021 | 13:16 WIB
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata menjadi pritoritas utama vaksinasi Kodam III/Siliwangi. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan wisata menjadi pritoritas utama vaksinasi Kodam III/Siliwangi. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa saat ini cakupan vaksinasi Covid-19 di daerah dirasa menjadi sangat penting. Hal ini karena pemerintah akan menjadikan hal tersebut sebagai salah satu indikator evaluasi PPKM.

“Hal ini demi memastikan kesiapan daerah untuk memasuki masa transisi hidup bersama Covid-19,” ujar Siti dalam konferensi persnya, Jumat 17 September 2021.

Selain mulai mengkampanyekan kenormalan baru, Siti juga menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong agar percepatan vaksinasi di daerah menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penanganan pandemi .

Seperti yang diketahui, saat ini kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang cuku drastis sebesar 30 persen dibandingkan pada Juni lalu. Per 16 September, kasus aktif di Indonesia tersisa 73.238 kasus.

Siti juga menyampaikan, saat ini tidak ada provinsi yang berada pada level 4 PPKM per 13 September 2021. Namun, kata dia, pemerintah tetap menerapkan kebijakan PPKM level 4 di beberapa kota dan kabupaten.

“Karena ini penting untuk berbagai persiapan baik dari pemerintah maupun masyarakat harus tetap waspada, agar penurunan level masih terus terjaga,” ujarnya.

PPKM Diperpanjang Sampai Tanggal 20 September

Pemerintah secara resmi telah menetapkan PPKM Jawa-Bali diperpanjang hingga 20 September 2021.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Pulau Jawa-Bali, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan banyak kemajuan pengendalian wabah dalam sepekan terakhir.

Termutakhir, kata Luhut, level PPKM di Bali turun dari level 4 menjadi level 3. Tapi, kehati-hatian semua pihak tetap menjadi penting agar kasus positif corona tak lagi meninggi.

"Pada penerapan PPKM minggu lalu, pemerintah akhirnya berhasil menurunkan Provinsi Bali menjadi level 3, sehingga dari 11 kota/kabupaten level 4 minggu lalu, hari ini jumlahnya berkurang menjadi 3 kabupaten/kota saja," kata Luhut saat memaparkan keputusan itu yang disiarkan secara langsung melalui YouTube, Senin 13 September 2021 malam.

Dia mengatakan, turunnya level PPKM Provinsi Bali adalah buah kerja sama semua pihak yang menjaga kondusivitas pemberlakuan PPKM.

Menurut dia, turunnya level PPKM di banyak daerah dalam waktu sepekan adalah lebih cepat dibandingkan perkiraan pemerintah.

"Itu adalah hasil kecepatan vaksinasi dan implementasi pedulilindungi serta protokol kesehatan," kata Luhut.

Namun, menurut laporan suara.com, penurunan level PPKM di berbagai kota dalam sepekan terakhir menyebabkan banyak euforia masyarakat sehingga kadangkala melupakan protokol kesehatan.

Menurutnya, euforia semacam itu berbahaya karena dapat memicu gelombang ketiga kasus positif Covid-19.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Gempa Terasa di Yogyakarta Rabu Siang Ini

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
X