Akibat Aplikasi PeduliLindungi dan Pembatasan Usia, Kunjungan ke Mal Masih Rendah

- Jumat, 17 September 2021 | 13:11 WIB
[Ilustrasi] sertifikat vaksin Covid-19 akan dijadikan sebagai salah satu syarat akses pelayanan publik. Tapi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 belum merata. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi] sertifikat vaksin Covid-19 akan dijadikan sebagai salah satu syarat akses pelayanan publik. Tapi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 belum merata. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Meski sudah kembali beroperasi sejak dua pekan lalu, namun jumlah tingkat kunjungan pengunjung ke mal dan pusat perbelanjaan masih tergolong rendah.

Hal tersebut disinyalir akibat adanya pembatasan usia pengunjung, di mana warga yang berusia di bawah 12 tahun belum diperkenankan untuk masuk mal dan pusat perbelanjaan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispendag) Ganjar Gunawan membenarkan jika tingkat kunjungan mal dan pusat perbelanjaan masih tergolong rendah.

"Dari 15 pusat perbelanjaan yang ada di Kota Bogor hampir semuanya mengalami hal yang sama. Di mana pengunjung mal rata-rata berada di angka 30 persen," katanya, Jumat 17 September 2021.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, setidaknya ada dua faktor besar yang digadang menjadi penyebab utama masih rendahnya tingkat kunjungan mal dan pusat perbelanjaan. Yakni faktor pembatas usia dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Penggunaan aplikasi peduli lindungi sebagai salah satu syarat berkunjung ke mal dan pusat perbelanjaan, membuat masyarakat merasa enggan untuk datang ke mal dan pusat perbelanjaan.

Ganjar mengungkap, di mal dengan sasaran menengah ke bawah, masih banyak pengunjung terkendala mengakses aplikasi PeduliLindungi dengan berbagai alasan, mulai jenis ponsel tidak mendukung hingga kuota paket data.

Hal lainnya yang menjadi terkait pembatasan usia. Khususnya, usia di bawah 12 tahun masih dilarang masuk mal.

Ganjar menilai, konsep mal itu salah satu destinasi keluarga. Sehingga ketika, ada anak yang tidak pergi maka satu keluarga tidak jadi pergi.

"Kami masih menunggu kebijakan dari Kementerian, dengar-dengar mungkin seminggu atau dua minggu ke depan anak 12 tahun sudah bisa masuk," harapnya.

Dengan masih minimnya, kunjungan yang berpengaruh pada omset tenant membuat pengelola pusat perbelanjaan kesulitan lantaran biaya operasional lebih tinggi ketimbang pemasukkan.

"Pengelola mal bingung, tenant bingung. Pembeli nggak ada. Akhirnya mal juga banyak yang menurunkan service level, misalnya AC sebelah nggak dinyalain kan operasional, eskalator di stop dulu, karena pengunjungnya kurang," bebernya.

Sekali lagi, Pemerintah Kota Bogor berharap agar ada kelonggaran terkait pembatasan anak diperbolehkan masuk pusat perbelanjaan dengan ketentuan tertentu.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X