Sejarah Rempah Jawa Barat: Bergelimang di Sumedang, Berdagang di Karawang

- Kamis, 16 September 2021 | 20:39 WIB
[Ilustrasi rempah] Rempah-rempah, selain  dijadikan penyedap masakan, juga berfungsi sebagai obat dan alat ritual oleh masyarakat di Jawa Barat. (Pixabay/Matej Madar )
[Ilustrasi rempah] Rempah-rempah, selain dijadikan penyedap masakan, juga berfungsi sebagai obat dan alat ritual oleh masyarakat di Jawa Barat. (Pixabay/Matej Madar )

Rempah-rempah, selain  dijadikan penyedap masakan, juga berfungsi sebagai obat dan alat ritual oleh masyarakat di Jawa Barat.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Siapa yang tak kenal rempah? Setiap rumah pasti punya rempah-rempah seperti pala, cengkeh, lada dan lainnya.

Tanpa kita sadari, hasil tanaman beraroma dan berasa ini dikonsumsi setiap hari, sejak zaman dulu. Bahkan oleh para orang tua di setiap daerah.

Tidak hanya dijadikan penyedap masakan, rempah-rempah juga berfungsi sebagai obat dan alat ritual.

Kaprodi Pendidikan Bahasa Daerah UPI Bandung, Ruhaliah menuturkan, masyarakat zaman dahulu mengenal tradisi lisan dan tulisan. Begitu pun Informasi mengenai rempah pada masa sekarang berasal dari dua tradisi itu.

Pada tradisi lisan, bermacam jenis rempah disebut dalam sebuah kawih atau sisindiran. 

Pada abad ke-16, sebagai sampelnya, tercatat ada profesi juru masak. Juru masak ini menggunakan rempah sebagai bumbunya.

Berdasarkan informasi terangkum dalam beberapa penelitian, seperti dalam tradisi tulisan dengan bentuk naskah Sunda yang membahas tentang data masakan.

Dalam naskah ini tertulis nyocobek yang berarti lele cobek atau papanggangan yang berarti ayam panggang.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X