Rajin Lakukan Genome Sequencing, Pemerintah Pantau 3 Varian Baru Covid-19

- Kamis, 16 September 2021 | 11:27 WIB
Corona varian delta plus adalah bentuk mutasi dari varian Delta. (Freepik)
Corona varian delta plus adalah bentuk mutasi dari varian Delta. (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini pemerintah tengah memantau perkembangan tiga varian baru Covid-19 yang marak di beberapa negara, yaitu varian Lambda, varian Mu, dan varian C.1.2. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Dia membeberkan, saat ini Indonesia telah melakukan total 6.161 genom sequencing untuk melacak dan mengetahui jenis-jenis varian yang ada di Indonesia, serta mencegah meluasnya varian-varian baru tersebut.

Baca Juga: Digitalisasi Perbankan Jadi Kunci bank bjb Tumbuh Positif di Masa Pandemi Covid-19

Jumlah itu didapat dari penelitian pada Januari hingga Agustus 2021. Adapun, Budi menyebut terdapat 21 jaringan laboratorium di Indonesia yang melakukan testing varian Covid-19, yang sifatnya canggih.

“Setiap bulannya kita sudah mampu melakukan 1.866 genom sequencing,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis 16 September 2021.

Selain meneliti varian baru, kata Budi, pemerintah juga saat ini sedang mendorong daerah-daerah yang mempunyai vaksinasi Covid-19 rendah. Setidaknya ada empat provinsi dengan vaksinasi terendah yang belum mencapai cakupan 20% dari total populasinya.

“Masih terdapat provinsi yang belum mencapai cakupan 20% untuk vaksinasi suntikkan pertama, yaitu Lampung 15%, Sumatera Barat 18%, Maluku Utara 18%, dan Papua 19%,” sebut Budi.

Saat ini, jumlah vaksin yang telah disuntikkan sebanyak 116 juta dari 157 juta yang telah tersebar di seluruh Indonesia. Budi juga menyampaikan arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa sebanyak 41 juta dosis vaksin yang tersisa dari 116 juta yang telah digunakan, harus segera disuntikkan secepat mungkin.

Masyarakat Diminta Waspada

Selama masih belum dapat terkendali dengan baik, virus corona masih mungkin untuk bermutasi. Bahkan, varian MU yang banyak dibahas mungkin bukan mutasi yang terakhir.

Baca Juga: Fakta Unik Tendangan Ronaldo Jatuhkan Petugas Keamanan Wanita Saat Pemanasan

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan terdapat beberapa jenis varian baru yang lahir akibat adanya mutasi virus SARS-CoV-2 yang harus lebih diwaspadai.

“Kita harus terus waspada walaupun saat ini kita sudah cukup berhasil keluar dari gelombang kedua. Kita tahu 98 persen virus Covid-19 yang beredar di negara kita ini adalah varian delta, tapi tidak menutup kemungkinan munculnya varian-varian baru yang sudah terdeteksi, juga di negara-negara lain,” kata Nadia dinukil Suara.com.

Ia memaparkan bahwa varian baru yang perlu diwaspadai itu telah masuk ke dalam kategori variant of Interest (VOI). Beberapa varian baru tersebut, yakni varian lambda yang telah dilaporkan oleh sebanyak 42 negara dan varian mu yang juga dilaporkan oleh 49 negara.

“Dia bisa menyerang, mulai dari bayi, balita, orang dewasa, bahkan pada lansia (penduduk lanjut usia). Kita melihat pada usia lansia ini risikonya menjadi lebih tinggi, bahkan pada orang yang memiliki komorbid (penyakit bawaan), begitu juga pada anak-anak,” kata Nadia.

Ia mengimbau bagi seluruh warga supaya tidak mengalami euforia melihat jumlah kasus aktif di Indonesia yang mulai turun dan sesegera mungkin melakukan vaksinasi untuk dapat memproteksi diri dari berbagai jenis varian yang mulai terdeteksi hingga di kawasan Asia Tenggara.

Nadia mengatakan dengan melakukan vaksinasi, seseorang dapat terlindungi dari gejala berat yang disebabkan oleh Covid-19 dan juga dapat mengurangi risiko kematian hingga sebesar 95 persen.

Baca Juga: Fakta Unik Tendangan Ronaldo Jatuhkan Petugas Keamanan Wanita Saat Pemanasan

“Artinya jangan kemudian kita menjadi euforia dengan kondisi ini, karena kita harus tetap waspada. Cakupan vaksinasi yang belum mencukupi, artinya kita perlu selalu disiplin protokol kesehatan,” kata dia.

Itulah informasi terkini tentang pengawasan varian baru Covid-19. Maka itu tetap hati-hati dan waspda ya.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4.874 Akun Pinjol Ilegal Ditutup Kemenkominfo

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Cara Cetak Dokumen Kependudukan Sendiri di Rumah

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:46 WIB

Gempa Terasa di Yogyakarta Rabu Siang Ini

Rabu, 13 Oktober 2021 | 12:42 WIB
X