Jabar Waspada La Nina, Ini Daerah yang Rawan Terkena Bencana

- Rabu, 15 September 2021 | 12:33 WIB
Jabar waspada La Nina. Warga dibantu petugas membersihkan puing-puing bangunan rumah warga akibat bencana angin puting beliung yang melanda Kampung Ciharalang, Desa Ciharalang, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Jabar waspada La Nina. Warga dibantu petugas membersihkan puing-puing bangunan rumah warga akibat bencana angin puting beliung yang melanda Kampung Ciharalang, Desa Ciharalang, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masyarakat Jawa Barat (Jabar) diminta waspada bencana yang akan ditimbulkan oleh fenomena La Nina. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi anomali cuaca La Nina muncul akhir 2021.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dani Ramdhan mengatakan, semua masyarakat Jabar harus bersiap dari sekarang. Menurutnya, antisipasi bencana harus menggunakan paradigma baru, yakni mengurangi risiko bencana dengan mitigasi dan bukan lagi pada penanggulangan pascabencana.

"Pengurangan risiko bencana itu lebih menekankan kepada upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana. Jadi, segala upaya yang dilakukan prabencana seperti pelestarian lingkungan," ujar Dani, dilaporkan Republika, Rabu, 15 September 2021.

Dani mengatakan, Jabar yang memiliki banyak daerah rawan bencana sudah bersiap menghadapi bencana alam dengan tetap harus menghadapi bencana nonalam wabah penyakit akibat virus Covid-19.

"Kami sudah mengantisipasi dengan berbagai langkah, di antaranya penyiapan SDM terutama di kabupaten/kota, penyiapan alat, dan penyiapan mitigasi termasuk logistik. Titik beratnya ada di BPBD kabupaten/kota," ujarnya.

Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Waspadai Bencana dan Beberapa Penyakit Ini

Daerah Rawan Bencana di Jabar

Dani menjelaskan, berdasarkan peta potensi bencana, hampir semua daerah di Jabar memiliki potensi bencana yang ditandai dengan warna merah.

"Terutama di daerah non-perkotaan, hampir semua warnanya merah. Di daerah-daerah merah itulah kita antisipasi dengan kesiagaan bencana," ujarnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Sumber: Republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Bentrokan Ormas

Senin, 27 September 2021 | 21:33 WIB

Longsor Terjang Rumah Warga di Galeong Tasikmalaya

Senin, 27 September 2021 | 15:08 WIB

Kantin Sekolah di Cianjur Dilarang Buka, Ini Alasannya

Senin, 27 September 2021 | 12:12 WIB

Jawa Barat Diklaim Sudah Bebas dari Zona Oranye

Jumat, 24 September 2021 | 22:27 WIB
X