Cianjur Belum Bisa Turun ke Level 1, Ini Penyebabnya!

- Selasa, 14 September 2021 | 15:29 WIB
Swab antigen di Puskesmas Cianjur, Rabu, 8 September 2021. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)
Swab antigen di Puskesmas Cianjur, Rabu, 8 September 2021. (Ayobandung.com/Muhammad Ikhsan)

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Cianjur masih dalam level 2 dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Padahal berbagai indikator mendukung Cianjur untuk ditetapkan dalam level 1.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, indikator grafik menuju level 1, di antaranya tracing mencapai 20,33%, testing positif rate 0,2%, treatment 15,07%, BOR 15,07%, dan kematian 0,09/100.000 penduduk/minggu.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Cahyo Supriyo mengungkapkan alasan Cianjur tetap berada di level 2 pada masa PPKM. Menurutnya, hal ini adanya syarat tambahan untuk menuju level 1.

Baca Juga: Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Gudang Ditahan Kejari Cianjur

 “Iya kita sudah memiliki indikator grafik yang bisa membuat Cianjur ditetapkan level 1, namun ada tambahan syarat untuk capaian target vaksinasi Covid-19,” ujar Cahyo kepada Ayobandung.com saat dihubungi melalui telepon, Selasa, 14 September 2021.

Hanya saja, ungkap Cahyo, capaian vaksinasi Covid-19 memang belum sesuai dengan persyaratan minimal yang per hari ini (Selasa), yakni 50% dari jumlah penduduk yang wajib divaksin.

Cianjur sendiri saat ini hanya baru 16,25% warga yang sudah mengikuti vaksinasi Covid-19 atau sekitar 300.000 jiwa,” katanya.

Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur selama sepekan ini menggelar swab antigen kepada 35.000 orang sesuai dengan target. Hasilnya, 47 orang positif atau 0,2%. Sementara BOR (bed ocupancy rate) saat ini di angka 19%.

Baca Juga: Cianjur Menuju PPKM Level 1, Positif Rate Hanya 0,2 Persen

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X