Kapan BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 bagi Rekening Bank Swasta Disalurkan ? Simak Penjelasan Kemnaker

- Sabtu, 11 September 2021 | 06:57 WIB
Cek Penerima BSU Tahap 4. (bpjsketenagakerjaan.go.id)
Cek Penerima BSU Tahap 4. (bpjsketenagakerjaan.go.id)


LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- bantuan subsidi upah (BSU) BLT BPJS ketenagakerjaan 2021 oleh Kementeriaan Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah disalurkan kepada 3.251.563 pekerja.

Jumlah itu merupakan 37,4 persen dari total target penerima BSU sebanyak 8,7 juta orang.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan, penyaluran BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 sendiri hingga saat ini sudah melewati tahap ketiga.

Jika dirinci, tahap I telah tersalurkan kepada 947.436 penerima, tahap II tersalurkan kepada 1.145.598 penerima, dan tahap III tersalurkan kepada 1.158.529 penerima.

Penyaluran BSU 2021 tahap I dan tahap II ditransfer langsung kepada pekerja/buruh penerima BSU yang memang telah memiliki rekening eksisting di salah satu Bank Himbara (Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI atau Bank BTN).

Sedangkan penyaluran tahap III dilakukan melalui skema pembukaan rekening kolektif (Burekol) bagi para pekerja penerima BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 yang belum memiliki rekening di salah satu Bank Himbara.

“Alhamdulillah, penyaluran BSU di tahap ketiga melalui skema burekol sudah berjalan. Kemarin di Semarang, saya sempat meninjau pelaksanaan burekol ini di mana pihak bank Himbara jemput bola ke perusahaan-perusahaan yang memang pekerja/buruh penerima BSU nya belum memiliki rekening Bank Himbara. Upaya ini dilakukan dalam rangka menjaga protokol kesehatan, agar tidak terjadi kerumunan, dan mempermudah proses aktivtasi rekening burekol," katanya, Selasa 7 September 2021.

Ida mengingatkan untuk menghindari terjadinya duplikasi penerima manfaat program BSU BLT BPJS Ketenagakerjaan 2021 dengan program bantuan sosial lainnya.

Sesuai ermenaker 16 tahun 2021, penerima BSU diprioritaskan bagi pekerja/buruh yang belum menerima manfaat program Kartu Prakerja, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Untuk memitigasi terjadi duplikasi penerima dan sebagai upaya agar program BSU ini tepat sasaran, kami memang melakukan pemadanan data calon penerima BSU dengan database penerima program Kartu Prakerja, program BPUM, dan PKH. Hal itu dilakukan semata-mata agar program pemerintah dalam rangka PEN ini mencakup keseluruhan kelompok masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," ujarnya.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X