Banjir Rob Diprediksi Akan 100 Kali Lebih Sering Melanda Indonesia, Apa Penyebabnya?

- Kamis, 9 September 2021 | 15:30 WIB
Banjir rob;  Hasil studi terbaru, melaporkan kalau Indonesia bisa saja mengalami banjir rob 100 kali lebih sering dari sebelumnya. (dok. Tagana Indramayu)
Banjir rob; Hasil studi terbaru, melaporkan kalau Indonesia bisa saja mengalami banjir rob 100 kali lebih sering dari sebelumnya. (dok. Tagana Indramayu)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hasil studi terbaru, melaporkan kalau Indonesia bisa saja mengalami banjir rob 100 kali lebih sering dari sebelumnya.

banjir rob sendiri disebutkan terjadi akibat gelombang pasang, gelombang, dan badai - dalam beberapa dekade ke depan, demikian hasil sebuah studi terbaru yang meneliti efek naiknya permukaan laut akibat pemanasan global.

Dinukil Hitekno.com, hasil studi yang diterbitkan di jurnal Nature Climate Change oleh tim Claudia Tebaldi, ilmuwan dari Pacific Northwest National Laboratory, Amerika Serikat mengungkapkan kenaikan permukaan laut ekstrem mengancam 7.283 wilayah di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Baca Juga: KAPAN JADWAL BSU BLT BPJS Tahap 4 dan 5 Cair? Catat Tanggal dan Besarannya

Para ilmuwan sebelumnya memprediksi naiknya permukaan laut ekstrem terjadi setiap 100 tahun sekali. Namun, riset baru ini mengungkap bencana ekstrem lebih sering terjadi dengan rata-rata sekali dalam tiap tahun sepanjang akhir abad 21.

Efek kenaikan permukaan laut ini paling parah terjadi di wilayah belahan bumi selatan, Laut Mediterania, Semenanjung Arab, bagian selatan Amerika Utara yang dekat dengan Pasifik, Karibia, Hawaii, Filipina, hingga Indonesia.

Sementara efek yang tak terlalu berdampak adalah wilayah yang posisi garis lintangnya lebih tinggi, seperti pantai Pasifik utara di Amerika Utara maupun pantai Asia Pasifik.

Tim ilmuwan mengungkap, kekhawatiran bencana ekstrem ini juga berlaku ketika suhu global naik 1,5 hingga 2 derajat celcius.

"Ini bukan berita besar bahwa kenaikan permukaan laut akan sangat berefek, bahkan pada 1,5 derajat dan akan memiliki efek substansial pada frekuensi dan besarnya permukaan laut yang ekstrem," kata Tebaldi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Penyebab Terjadinya Kiamat menurut Sains

Senin, 11 Oktober 2021 | 13:19 WIB
X