Waspadai Varian Baru Mu, Kemenkes Perketat Karantina Internasional

- Kamis, 9 September 2021 | 10:27 WIB
Ilustrasi Varian C.1.2, varian baru SARS-CoV-2 terdeteksi di Afrika Utara dan beberapa negara lain di dunia. Varian ini memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan variants of concern (VOC) atau variants of interest (VOI) lain yang saat ini sudah terdeteksi di dunia. (Freepik)
Ilustrasi Varian C.1.2, varian baru SARS-CoV-2 terdeteksi di Afrika Utara dan beberapa negara lain di dunia. Varian ini memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan variants of concern (VOC) atau variants of interest (VOI) lain yang saat ini sudah terdeteksi di dunia. (Freepik)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memasukkan varian Covid-19 terbaru bernama Mu ke dalam kategori variant of interest atau varian yang diwaspadai. Varian Mu ditemukan pertama kali di Kolombia pada Januari 2021.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan varian tersebut berpotensi memiliki kekebalan terhadap vaksin. Namun, dia meyakinkan pihaknya terus memonitor dan memperkuat respon untuk mencegah varian tersebut masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Akibat Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota Bogor : 2 Pohon Tumbang, 4 Mobil Ringsek

“Kami memperkuat respon di perbatasan, karantina internasional, entry dan exit testing,” ujar Siti dalam konferensi persnya, Kamis, 9 September 2021.

Siti menyebut, saat ini ada 5.835 hasil sequencing yang telah dilaporkan. Dari total itu, sebanyak 2.300 merupakan varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia.

Kementerian Kesehatan terus melakukan pemantauan terkait varian Mu yang saat ini menyebar di 46 negara. Dia menuturkan, pemerintah berkoordinasi dengan petugas-petugas di pintu-pintu masuk negara untuk menyusun kebijakan dalam mengantisipasi kemungkinan masuknya varian Mu.

Baca Juga: 306 Atlet Bandung Siap Berlaga di PON XX Papua, Pemkot Beri Uang Saku dan Siapkan Kadeudeuh

“Kita melakukan pemantauan terhadap semua varian yang muncul, baik itu variant of concern maupun variant of interest, dan juga varian-varian lokal yang muncul di Indonesia,” pungkasnya.

Secara ilmiah, Mu dikenal sebagai B.1.621. WHO mengatakan varian tersebut memiliki mutasi yang menunjukkan risiko resistensi terhadap vaksin. WHO menekankan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami semua mutasi virus.

"Varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan," kata sebuah laporan WHO yang dirilis pada Selasa lalu, dilansir dari France 24, Rabu 1 September 2021.

Baca Juga: Telapak Tangan Berkeringat Tanda Penyakit Jantung? Ini Obat dan Cara Mengatasinya

WHO mengungkap kekhawatirannya atas munculnya berbagai mutasi virus baru yang mengakibatkan adanya lonjakan infeksi secara global. WHO kembali mengingatkan bahwa seluruh virus, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan munculnya Covid-19, dapat bermutasi dari waktu ke waktu.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X