AS Danai Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan Sebelum Pandemi, Ini Buktinya!

- Rabu, 8 September 2021 | 10:46 WIB
[Ilustrasi] Tim WHO menyelidiki asal-usul pandemi virus corona dan mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di  Wuhan provinsi Hubei China tengah. ( AP / Ng Han Guan)
[Ilustrasi] Tim WHO menyelidiki asal-usul pandemi virus corona dan mengunjungi dua pusat pengendalian penyakit di Wuhan provinsi Hubei China tengah. ( AP / Ng Han Guan)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah dokumen publik mengungkap bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan dana sebesar 3,1 juta dollar AS ke sebuah organisasi kesehatan bernama EcoHealth Alliance. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan Fox News, sokongan dana tersebut digunakan untuk mendukung penelitian Virus Corona (Covid-19) di Institut Virologi Wuhan, China.

Menurut laporan dari kantor berita AS, The Intercept, penelitian dengan total 3,1 juta dollar AS itu, termasuk 599 ribu dollar AS yang masuk ke Institut Virologi Wuhan. Penelitian di Wuhan yang dimaksud adalah untuk mengidentifikasi dan mengubah virus Corona pada kelelawar, yang kemungkinan menginfeksi manusia hingga berakhir menjadi pandemi seperti saat ini.

Baca Juga: Masuki Musim Hujan, Pembangunan Perpusda Kota Bogor Jadi Sorotan

Munculnya dokumen publik itu dinilai menunjukkan, bahwa kesaksian Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS (NIAID) Anthony Fauci kepada Kongres AS merupakan kebohongan. Sebelumnya Fauci membantah adanya pendanaan serupa yang dilakukan oleh AS.

Senator AS Rand Paul kemudian meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau lebih dalam terkait kesaksian Fauci yang dinilai berbohong kepada Kongres AS.

"Saya telah meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres. Laporan ini harus memperjelas bahwa dia perlu dimintai pertanggungjawaban," kata Paul, dilansir dari livemint.com, Rabu 8 September 2021.

Baca Juga: 11 HP 5G Murah 2 Jutaan September 2021, Ada Poco hingga Samsung!

Selain itu, dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa penelitian eksperimental pada tikus rekayasa genetika dengan reseptor sel manusia dilakukan di Pusat Percobaan Hewan Universitas Wuhan, bukan di Institut Virologi Wuhan seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Di luar penemuan baru tersebut, sebelumnya juga ada laporan anggota parlemen AS dari Partai Republik ikut menyelidiki asal-usul Covid-19 yang baru dirilis bulan lalu. Laporan itu menyimpulkan bahwa wabah pandemi berasal dari virus rekayasa genetika yang bocor dari Institut Virologi Wuhan, yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Beruang Kutub Akan Punah 79 Tahun Lagi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:03 WIB

Putri Bill Gates Masuk Islam?

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:23 WIB

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X