Korea Utara Tolak 3 Juta Dosis Vaksin Buatan Cina, Sinovac Disebut Tidak Efektif

- Kamis, 2 September 2021 | 17:04 WIB
Vaksin Covid-19 Sinovac. Korea Utara tidak tertarik pada vaksin buatan China. Mereka khawatir vaksin tersebut tidak begitu efektif dalam memerangi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Vaksin Covid-19 Sinovac. Korea Utara tidak tertarik pada vaksin buatan China. Mereka khawatir vaksin tersebut tidak begitu efektif dalam memerangi Covid-19. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Korea Utara tidak tertarik pada vaksin buatan China. Menurut Institute for National Security Strategy kemudian, mereka khawatir vaksin tersebut tidak begitu efektif dalam memerangi Covid-19.

Agensi yang berfokus pada anak-anak di bawah naungan PBB, UNICEF, pada hari Rabu lalu juga mengatakan bahwa Korea Utara menolak tawaran sebanyak hampir 3 juta dosis vaksin asal China, Sinovac.

UNICEF sekaligus bertugas untuk mengelola pasokan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah.

Sejauh ini, Korea Utara belum melaporkan adanya kasus Covid-19 di wilayahnya. Negara itu diketahui telah memberlakukan lockdown ketat dan menutup perbatasan mereka dengan negara-negara lain.

Korea Utara justru meminta agar bantuan vaksin tersebut diberikan kepada negara-negara yang terkena dampak parah. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Reuters, Korea Utara bukan saja pertama kali menolak bantuan vaksin.

Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, mereka juga pernah menolak pengiriman vaksin AstraZeneca. Penolakan itu disebabkan kekhawatiran Korea Utara pada efek samping yang dihasilkan.

Dalam sikap berbeda, Korea Utara justru tertarik pada vaksin yang dibuat oleh Rusia, yaitu Sputnik V.

"Kami terus bekerja dengan otoritas DPRK untuk membantu menanggapi pandemi Covid-19," kata Juru Bicara Aliansi Global untuk Aliansi Vaksin dan Imunisasi, salah satu organisasi yang memimpin skema COVAX Facility, dilansir dari Reuters, Kamis 2 September 2021.

Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Ini yang Harus Dilakukan!

Vaksin Sinovac buatan Sinovac Biotech merupakan salah satu vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia.
 
Sebuah riset yang dilakukan Badan Evaluasi Vaksin Provinsi Jiangsu, China, dan Sinovac Biotech menyatakan bahwa ketahanan antibodi vaksin Sinovac akan menurun setelah 6 bulan. Mengapa dan apa yang kemudian sebaiknya dilakukan? Perlukah kita khawatir?

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X