Jalan Raya Kematian, Sejarah Kelam Pembantaian dan Kelicikan Amerika Serikat

- Rabu, 1 September 2021 | 17:39 WIB
Jalan Raya Kematian menjadi saksi bisu akan sejarah kelam pembantaian dan kelicikan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tentara Irak. (Wikimedia Commons)
Jalan Raya Kematian menjadi saksi bisu akan sejarah kelam pembantaian dan kelicikan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tentara Irak. (Wikimedia Commons)

Jalan Raya Kematian menjadi saksi bisu akan sejarah kelam pembantaian dan kelicikan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap tentara Irak.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Jalan raya enam jalur yang menghubungkan Basra ke Kota Kuwait, terbukti sangat berguna untuk menyerang pasukan Irak oleh Amerika Serikat pada tahun 1990 dan 1991.

Mulanya, dalam waktu singkat, di Jalan Raya 80 yang kemudian dijuluki Tariq Al Mawt 80, sekitar 300.000 tentara Irak dikerahkan ke Kuwait, sebagian besar menggunakan jalan ini. Pada tanggal 8 Agustus 1990, Irak secara resmi mencaplok Kuwait, dan pada hari yang sama, pesawat Angkatan Udara Amerika Serikat pertama mulai berkumpul di Arab Saudi.

Sementara itu, menukil tulisan dari atlasobscura.com, NATO dan negara-negara Arab lainnya bergabung dalam upaya militer untuk mengatasi konflik.

Lalu, pada 17 Januari 1991, koalisi pimpinan AS mulai menyerang sasaran strategis Irak. Berlanjut pada 24 Februari 1991, pasukan darat koalisi dikerahkan. Tetapi tiga hari kemudian, pasukan Irak mulai mundur dari Kuwait.

Sial bagi Irak, setelah mereka secara resmi menyatakan mundur dari Kuwait, mereka justru mendapatkan serangan brutal dari Amerika Serikat.

Disebutkan oleh time.com, bahwa satu hari sebelum serangan membabi buta dilakukan oleh Amerika Serikat, Menteri Luar Negeri Irak, Tariq Aziz, telah menyatakan gencatan senjata. Pengumuman juga dilakukan melalui siaran radio agar seluruh pasukan Irak mundur dari Kuwait.

Tetapi Presiden Amerika Serikat, George Bush, menolak percaya akan pengumuman itu. Ia tak yakin jika Irak benar-benar mundur. Dia pun memerintahkan pasukan Amerika Serikat untuk membantai sebanyak mungkin pasukan Irak yang mau pulang.

"Pembantaian terhadap tentara Irak yang telah ditarik ialah pelanggaran Konvensi Jenewa 1949, Common Article III, yang melarang pembunuhan terhadap tentara yang keluar dari pertempuran," ungkap Joyce Chediac, dikutp dari Global Research.

"Mereka tidak mundur untuk berkumpul dan bertarung lagi. Faktanya, mereka menarik diri, mereka mau pulang.”

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apple Tutup Aplikasi Alquran di China, Kenapa?

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 16:00 WIB

Masjid Diserang, 10 Orang Sedang Sholat Ashar Tewas

Kamis, 14 Oktober 2021 | 11:30 WIB

6 Drama Korea Romantis yang Cocok Ditonton saat Hujan

Senin, 11 Oktober 2021 | 15:28 WIB
X