Data Pribadi Pengguna Aplikasi eHAC Indonesia Bocor, Ini Tindakan Kemenkominfo

- Rabu, 1 September 2021 | 08:19 WIB
data pengguna aplikasi eHAC Indonesia bocor, Kemenkominfo lakukan investigasi. (Google Play)
data pengguna aplikasi eHAC Indonesia bocor, Kemenkominfo lakukan investigasi. (Google Play)

data pribadi pengguna aplikasi eHAC Indonesia bocor, Kemenkominfo gelar investigasi

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC Indonesia. Investigasi ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan antara Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam merespons dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

"Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, Kementerian Kominfo bersama dengan pihak-pihak terkait akan melanjutkan investigasi lebih mendalam terhadap dugaan insiden kebocoran data pribadi pada aplikasi eHAC Indonesia," ujar Juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (31/8/2021) dinukil Republika.co.id.

Dedy mengatakan, sesuai amanat PP No. 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) serta peraturan perundangan lainnya, Kemenkominfo mengambil langkah-langkah untuk merespons dugaan kebocoran data pribadi pengguna aplikasi eHAC Indonesia. Karena itu, pada hari ini, Kemenkominfo melakukan pertemuan dengan Kementerian Kesehatan dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Baca Juga: Varian Baru C.1.2 Ditemukan, Mampu Terobos Antibodi?

Dalam pertemuan itu, ungkap Dedy, Kementerian Kesehatan menyampaikan hasil penelusuran sementara, dugaan kebocoran data ada pada aplikasi eHAC Indonesia lama yang sudah dinonaktifkan sejak 2 Juli 2021. "Kementerian Kominfo dan BSSN telah menyampaikan beberapa poin untuk ditindaklanjuti oleh Kementerian Kesehatan, terutama terkait keamanan sistem elektronik, pencegahan insiden yang lebih besar, tanggung jawab hukum, dan kepatuhan terhadap aturan perlindungan data pribadi," kata Dedy.

Dedy juga memastikan, insiden dugaan kebocoran data pribadi ini tidak mempengaruhi keamanan data pada aplikasi eHAC Indonesia yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Sebab, penyimpanan data telah dilakukan di Pusat Data Nasional (PDN).

Kendati demikian, Kementerian Kominfo mengimbau seluruh pengelola dan wali data untuk menjaga data pribadi masyarakat secara serius, baik dalam hal teknologi, tata kelola, maupun sumber daya manusia. "Dalam hal terjadi dugaan pelanggaran perlindungan data pribadi, masyarakat atau pihak terkait dapat melakukan pengaduan melalui pengendalianaptika@kominfo.go.id dan kanal aduan lain yang telah disediakan," kata Dedy.

Sebelumnya, aplikasi eHAC Indonesia yang merupakan aplikasi untuk memverifikasi penumpang yang melakukan perjalanan selama pandemi Covid-19 dilaporkan mengalami dugaan kebocoran 1,3 juta data pribadi pengguna aplikasi tersebut.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Polisi Selidiki Aktor Bentrokan Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:54 WIB

19 Orang Meninggal dalam Bentrok di Double O Sorong

Selasa, 25 Januari 2022 | 16:53 WIB

Sekolah Induk Jadi Prioritas di PPPK Tahap 3?

Selasa, 25 Januari 2022 | 11:00 WIB
X