LIPUTAN KHUSUS HAJI 2023: Sejarah Haji di Kertajati

- Selasa, 30 Mei 2023 | 09:17 WIB
Penerbangan Haji Perdana di Bandara Kertajati (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Penerbangan Haji Perdana di Bandara Kertajati (Ayobandung.com/Kavin Faza)

MADINAH, AYOBANDUNG.COM - Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat menorehkan sejarah pada penyelenggaraan ibadah haji 1444 H/2023 M.

Untuk pertama kalinya, Bandara Kertajati memberangkatkan jemaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) KJT 01.

Sebanyak 366 jemaah haji ini dilepas langsung oleh Menteri Agama, Yaqut Chalil Qaumas, Ahad 28 Mei 2023 malam. Kloter KJT 01 ini tiba di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Senin 29 Mei 2023.

Baca Juga: Reklamasi Teluk Jakarta: Bagaimana Dampaknya Pada Ekosistem dan Air Laut?

Menurut rencana terdapat 24 Kloter yang akan diterbangkan dari bandara ini yang berasal dari 7 kabupaten/kota yakni Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Subang, dan Sumedang.

Kementerian Agama ke depan akan mengusahakan jemaah haji dari Jawa Tengah bagian Tengah dan Selatan diterbangkan dari Kertajati.

Penggunaan Bandara Kertajati untuk keberangkatan jemaah haji ini, sekaligus juga seperti membangkitkan kembali bandara ini setelah tidur cukup panjang. Praktis setelah dibangun dan resmi beroperasi 25 Mei 2018 lalu, Bandara Kertajati sepi dan tidak ada penerbangan.

Kondisi ini tentunya sangat menyedihkan karena pembangunan Bandara Kertajati ini awalnya adalah mengakomodir penumpang dari Jawa Barat.

Baca Juga: AKHIRNYA! Komisi II DPR RI pastikan jadwal pengangkatan honorer jadi ASN, Catat Tanggalnya

Namun ternyata harapan tersebut tidak pernah menjadi kenyataan. Bangunan megah Bandara Kertajati tidak disertai dengan hiruk pikuknya aktivitas penerbangan malah sebaliknya sepi seperti pemakaman.

Penerbangan jemaah haji dari Bandara Kertajati ini diharapkan menjadi pemantik untuk kebermanfaatan bandara ini pasca haji. Lantaran jika tidak dimanfaatkan, maka bandara kebanyakan rusak dan menjadi sia-sia.

Semua Stakeholder tentunya harus memikirkan masa depan bandara Kertajati ini. Sehingga keberadaan bandara ini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ***

Editor: Dian Naren

Tags

Artikel Terkait

Terkini

SEJARAH HARI INI: Kisah Kelam Munich Massacre 1972

Selasa, 5 September 2023 | 12:21 WIB

Marak Kucing Terkena Flu Burung, Ini Ciri-Cirinya

Selasa, 18 Juli 2023 | 12:52 WIB
X