Bupati Kapuas dan Istri Resmi Jadi Tersangka Korupsi, Terbukti Lakukan Gratifikasi hingga Rp 8,7 Miliar

- Rabu, 29 Maret 2023 | 07:37 WIB
Bupati Kapuas dan istrinya resmi menjadi tersangka korupsi terbukti melakukan gratifikasi yang nilainya mencapai Rp 8,7 miliar (Tangkap Layar YouTube KompasTV)
Bupati Kapuas dan istrinya resmi menjadi tersangka korupsi terbukti melakukan gratifikasi yang nilainya mencapai Rp 8,7 miliar (Tangkap Layar YouTube KompasTV)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Kapuas, Ben Brahim S. Bahat  (BBSB) dan Istri, Ary Egahni (AE) yang merupakan Anggota Komisi III DPR RI sebagai tersangka kasus korupsi di Pemerintahan Daerah Kapuas, Kalimantan Tengah.

Bupati Kapuas dan istrinya terbukti melakukan gratifikasi yang nilainya mencapai Rp 8,7 miliar.

Bupati Kapuas Ben Brahim S. Bahat atau BBSB ini menggunakan jabatannya sebagai Bupati Kapuas untuk meminta sejumlah fasilitas dan uang kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Baca Juga: Disambut Air Mata, Bupati Bandung Sahur Pertama di Rumah Warga Miskin

“Sumber uang yang diterima BBSB dan AE berasal dari berbagai pos anggaran resmi yang ada di SKPD Pemerintah Kabupaten Kapuas,” ungkap Johan Tanak selaku Wakil Ketua KPK saat konferensi pers (28/03/23) yang dikutip dari youtube KompasTV.

Tak hanya BBSB saja, Wakil Ketua KPK, Johan Tanak juga menjelaskan jika AE yakni istri Bupati Kapuas juga turut serta dalam gratifikasi tersebut.

“AE ini istri dari Bupati sekaligus Anggota DPR RI juga diduga aktif turut campur dalam proses pemerintahan,” ungkap Johan Tanak.

Baca Juga: 3 Dirut BUMD Pemprov DKI ini Ternyata Pernah Berkasus, Terbaru, Kuncoro Wibowo Terjerat Dugaan Korupsi Bansos

Ary Egahni yang kini ditetapkan sebagai tersangka turut aktif dalam proses tersebut dengan cara memerintahkan beberapa kepala SKPD untuk memenuhi kebutuhan pribadinya dalam bentuk pemberian uang dan atau barang mewah.

Ben Brahim selaku Bupati Kapuas menjabat sebagai Bupati dengan dua periode yakni pada tahun 2013-2018 dan 2018-2023, sementara sang istri yakni Ary Egahni merupakan anggota DPR Fraksi NasDem.

Fasilitas dan uang yang diterima digunakan tersangka untuk membiayai pemilihan Bupati dan pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah hingga digunakan untuk pemilihan Anggota Legislatif DPR RI Tahun 2019.

Selain itu, Bupati Kapuas Ben Brahim juga diduga menerima uang dari pihak swasta untuk memberikan izin lokasi perkebunan yang ada di Kawasan Kapuas.

Baca Juga: Soal Transaksi 300 Triliun Kemenkeu, Mahfud MD: Harus Dijernihkan, Bukan Korupsi dan TPPU, Lah Uang Apa?

Tak hanya uang saja yang diminta Ben Brahim kepada sejumlah pihak swasta namun ada pula sejumlah massa yang tersangka minta untuk disiapkan saat mengikuti pemilihan Bupati Kapuas, Gubernur Kalimantan Tengah, serta Pemilihan Ketika istrinya maju sebagai anggota legislatif.

Halaman:

Editor: Dina Miladina Dewimulyani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X