Panjat Tebing Olimpiade Tak Diikuti Atlet Indonesia, Ini Alasannya

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 08:39 WIB
Ilustrasi -- Panjat tebing olimpiade. Petugas melakukan pembersihan pada fasilitas panjat dinding menggunkan cairan disinfektan di Manjat Climbing Gym, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 23 Juni 2021. Penerapan protokol kesehatan bagi  pengunjung dan petugas seperti menggunkan masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan di tempat tersebut diterapkan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.
Ilustrasi -- Panjat tebing olimpiade. Petugas melakukan pembersihan pada fasilitas panjat dinding menggunkan cairan disinfektan di Manjat Climbing Gym, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu 23 Juni 2021. Penerapan protokol kesehatan bagi pengunjung dan petugas seperti menggunkan masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh dan penyemprotan disinfektan di tempat tersebut diterapkan guna mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Indonesia memiliki banyak atlet panjat tebing berkualitas. Namun panjat tebing olimpiade kali ini sama sekali tidak diikuti atlet indonesia, kenapa?

Dilansir dari Suara.com, jika menengok ke belakang, mayoritas atlet panjat tebing Indonesia hanya berprestasi di nomor speed baik kategori putra maupun putri, seperti Aries Susanti Rahayu, Alfian M. Fajri, hingga Veddriq Leonardo.

Aries Susanti Rahayu jadi atlet panjat tebing paling menonjol dari Indonesia. Dia merengkuh dua medali emas di Asian Games 2018, dan enam gelar juara di IFSC Climbing World Cup.

Meski kerap kali juara, Aries dan kawan-kawan nyatanya cuma dominan di nomor speed. Sementara panjat tebing di Olimpiade Tokyo 2020, cuma mempertandingan nomor kombinasi putra dan putri.

Selain speed, cabang olahraga baru di Olimpiade ini memiliki dua nomor lain yakni lead (panjat tebing dengan belayer), dan boulder (panjat tebing tanpa pengaman tali).

Peluang Panjat Tebing Olimpiade Paris 2024

Kondisi itu membuat atlet-atlet Indonesia yang lebih fasih di nomor speed, kesulitan untuk bersaing hingga gagal lolos ke Olimpiade Tokyo.

Dalam ajang pra-kualifikasi IFSC Combined Qualifier 2019 di Toulouse, Prancis, Aries Susanti dan kawan-kawan gagal masuk enam besar yang merupakan syarat lolos ke Tokyo 2020.

Aries diketahui cuma mampu menempati ranking 16 di nomor kombinasi, sementara Alfian selaku jagoan dari sektor putra, hanya duduk di peringkat ke-13.

Meski gagal tampil di Olimpiade Tokyo 2020, panjat tebing Indonesia berpeluang meraih prestasi di Olimpaide Paris 2024.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Hasil Piala Sudirman 2021: Sumbang Poin di Laga Penutup

Senin, 27 September 2021 | 15:00 WIB

Richard Mainaky Tak Mau Ganda Campuran Terpuruk Lagi

Senin, 13 September 2021 | 12:29 WIB

4 Pebulutangkis Absen di Simulasi Piala Beregu PBSI

Selasa, 7 September 2021 | 10:35 WIB
X