Jika Tempat Wisata Dibuka, Bukan Berarti Protokol Kesehatan Longgar

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 20:20 WIB
Petugas membersihkan tempat wisata kolam renang di Kabupaten Bandung. Kolam renang yang dibangun di atas lahan seluas 3.200 meter persegi tersebut harus menerima kenyataan pahit akibat pandemi Covid-19. Pemilik kolam renang tersebut menyebutkan sebelum pandemi, omzet yang dihasilkan mencapai 70 juta perbulan, namun setelah pandemi penurunan omzet tersebut mencapai 100 persen yang mengakibatkan pihaknya harus memberhentikan karyawannya yang semula 12 orang menjadi 4 orang.
Petugas membersihkan tempat wisata kolam renang di Kabupaten Bandung. Kolam renang yang dibangun di atas lahan seluas 3.200 meter persegi tersebut harus menerima kenyataan pahit akibat pandemi Covid-19. Pemilik kolam renang tersebut menyebutkan sebelum pandemi, omzet yang dihasilkan mencapai 70 juta perbulan, namun setelah pandemi penurunan omzet tersebut mencapai 100 persen yang mengakibatkan pihaknya harus memberhentikan karyawannya yang semula 12 orang menjadi 4 orang.

RANCABALI, AYOBANDUNG.COM — Sejumlah objek wisata di kawasan Ciwidey, Pasirjambu, dan Rancabali, Kabupaten Bandung, mengibarkan bendera putih sebagai tanda sudah tidak kuat dengan penutupan objek wisata.

Marcelius, pengelola objek wisata Glamping Lake Side mengatakan, selama dua bulan terakhir, aktivitas usaha di objek wisata sama sekali tidak ada, sehingga pengusaha menjadi kelimpungan.

"Pendapatan dari wisata turun 100 persen, karena tidak ada aktivitas," ujar Marcel, Selasa 3 Agustus 2021.

Bahkan pengelola objek wisata secara bisnis merugi besar, karena selain tidak mendapat pemasukan, harus tetap menggaji karyawan juga kewajiban lainnya.

"Ini harus ada win-win solution. Pemerintah duduk bersama dengan pelaku pariwisata untuk membicarakan nasib pariwisata kedepan," ujarnya.

Harapan besar dari pengusaha pariwisata adalah dibukanya kembali objek wisata. Namun, kata Marcel, pembukaan objek wisata bukan berarti melonggarkan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan jangan kendor, kalau nanti dibuka kembali jangan ada kelonggaran protokol kesehatan. Covid itu nyata dan harus dicegah bersama," katanya.

Penanganan bersama bisa meminimalisasi penyebaran Covid-19 di objek wisata. Seluruh pihak harus sama-sama berkomitmen menjaga satu sama lain.

Pengelola objek wisata jangan mentoleransi pengunjung yang tidak mau menerapkan protokol kesehatan, pun dengan gugus tugas yang harus mengawasi dan menindak pelaku pariwisata yang melanggar.

"Semuanya harus berkomitmen, karena kalau sudah seperti ini, semua yang dirugikan," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Pandemi Tidak Membuat Bisnis Ikan Koi Surut

Minggu, 19 September 2021 | 16:50 WIB

19 Objek Wisata Kabupaten Bandung Siap Dibuka

Jumat, 17 September 2021 | 16:47 WIB

Pangalengan bakal Jadi Tempat Pelatnas Atletik

Kamis, 16 September 2021 | 21:17 WIB

Diam-Diam Sahrul Gunawan Syuting di Kabupaten Bandung

Kamis, 16 September 2021 | 17:27 WIB
X