KSP Sebut Kabupaten Bandung Masih Kekurangan Oksigen Medis

- Rabu, 28 Juli 2021 | 14:02 WIB
Pekerja mengisi tabung oksigen di PT Aneka Gas Industri (Samator) Filling Station Oxygen, Jalan Industri, Kelurahan Arjuna, Kota Bandung.
Pekerja mengisi tabung oksigen di PT Aneka Gas Industri (Samator) Filling Station Oxygen, Jalan Industri, Kelurahan Arjuna, Kota Bandung.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Kantor Staf Presiden (KSP) menemukan fakta Kabupaten Bandung masih kekurangan pasokan oksigen medis untuk penanganan pasien Covid-19. Hal ini terungkap dalam dialog antara KSP dengan sejumlah pelaku distribusi oksigen medis dan manajemen rumah sakit di wilayah tersebut. 

"Beberapa titik di Kab Bandung yang kami datangi, pasokan obat terapi Covid-19 terkendali. Multivitamin dan vaksin juga aman. Hanya saja pasokan oksigen kurang dari cukup," kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam keterangan pers, Rabu, 28 Juli 2021.

Abraham menyampaikan, KSP sudah menurunkan tim untuk memantau secara langsung perkembangan di lapangan. Tim ini bertugas memastikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan untuk menunjang kesembuhan pasien Covid-19, serta melihat progres vaksinasi terhadap masyarakat.

Merespons kelangkaan oksigen di Kabupaten Bandung, Abraham mengaku telah berkoordinasi dengan Posko Oksigen Jabar untuk mempercepat distribusi oksigen cair dan tabung ke rumah sakit di wilayah itu. 

Para pelaku distribusi oksigen medis di Kabupaten Bandung yang ditemui oleh KSP mengatakan bahwa kelangkaan oksigen sudah terjadi dalam 2 minggu terakhir seiring dengan lonjakan kasus Covid-19 di Jawa Barat.

"Saya sudah mengatakan ke para pelanggan dan saya meminta maaf karena saya sudah menyerah, dalam artian sudah tidak ada pasokan oksigen dan saya tidak bisa melakukan apapun," kata Irwan, salah satu penyedia jasa isi ulang oksigen di Bandung.

Menurut Irwan, hampir semua pedagang oksigen di Kabupaten Bandung mengalami hal yang serupa yakni kehabisan stok oksigen dan kesulitan dalam memenuhi antrian permintaan terutama dari pasien Covid-19.

"Saya memiliki 8 outlet oksigen di Bandung dan semuanya terpaksa ditutup karena tidak ada lagi pasokan oksigen. Bahkan ada dua pelanggan saya yang telah meninggal dunia akibat Covid-19 dan tidak mendapatkan pasokan oksigen," kata Irwan.

Irwan yang sudah menekuni bisnis isi ulang oksigen selama 5 tahun ini pun mengakui terjadi lonjakan harga tabung dan regulator sejak pandemi terjadi. Isi ulang oksigen per meter kubik yang seharusnya dijual seharga Rp35.000 hingga Rp40.000 bisa dijual hingga dua kali lipat oleh para pedagang.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

UMK Kabupaten Bandung 2022 Direkomendasikan Naik 10%

Sabtu, 27 November 2021 | 15:00 WIB

Pertama Kali, Fashion Show di Kebun Teh Pangalengan

Jumat, 26 November 2021 | 17:05 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 | 08:30 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 23 November 2021

Selasa, 23 November 2021 | 09:00 WIB

Pemerintah Desa Harus Awasi PPKM saat Libur Nataru

Senin, 22 November 2021 | 20:06 WIB
X