Dari Modal 10 Kg Dapat Omzet Puluhan Juta Berbisnis Kerupuk Dorokdok

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:35 WIB
Pada mula membuat kerupuk dorokdok, Dewan hanya bermodalkan kulit seniai Rp10.000 sebagai bahan dasar.
Pada mula membuat kerupuk dorokdok, Dewan hanya bermodalkan kulit seniai Rp10.000 sebagai bahan dasar.

BANJARAN, AYOBANDUNG.COM — Memulai bisnis tidak harus memiliki modal besar. Namun, dengan ketekunan usaha, bisa berjalan lancar dan semakin berkembang.

Klaim tersebut ditunjukkan oleh Dewan (52) seorang perajin kerupuk dorokdok di Kampung Cihamerang, Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Keluarga Dewan sejak puluhan tahun lalu memang sudah bergerak dalam memproduksi kerupuk, namun masih dalam skala kecil.

"Awalnya membuat kerupuk awut, baru membuat kerupuk dorokdok itu tahun 1995," ujar Dawan, Selasa, 27 Juli 2021.

Pada mula membuat kerupuk dorokdok, Dewan tidak memproduksi dalam skala besar. Bahkan hanya bermodalkan kulit seniai Rp10.000 sebagai bahan dasar.

"Pertama kali mencoba hanya membeli 10 kg kulit. Sekilonya Rp1.000," ucapnya.

Bahan baku kulit sebanyak 10 Kg yang dibeli dari Garut tersebut kemudian diolah menjadi kerupuk dorokdok. Modal terus ditambah hingga produksi pun bertambah.

Krisis moneter pada 1998 menjadi berkah tersendiri bagi Dewan. Pada waktu itu, karena harga kulit yang naik, membuat para tetangganya menghentikan produksi kerupuk dorokdok, karena tidak mau berspekulasi.

"Waktu krisis moneter 1998, saya berani menaikkan harga dari semula Rp50/bungkus menjadi Rp100/bungkus. Yang lain pada memilih tidak jualan karena takut dorokdok tidak ada yang membeli," ujarnya.

Karena tetangganya yang sebagian besar sama memproduksi kurupuk dorokdok berhenti produksi, kerupuk dorokdok Dewan menjadi kebanjiran pesanan. Bahkan dalam sehari bisa mengolah 2 kuintal bahan baku.

"Jadi untung besar waktu itu," katanya.

Dari keuntungan waktu krisis moneter tersebut, membuat Dewan memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan usahanya.

Walaupun tidak kebanjiran pesanan seperti dulu, kini setiap bulan Dewan masih bisa mendapat omzet dari bisnis kerupuk dorokdok sampai puluhan juta rupiah.

"Sekarang setiap pekan paling bisa menjual 2-3 kuintal. Setiap kuintalnya bisa menghasilkan Rp8 juta-Rp9 juta," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Sudah Setahun Situ Sipatahunan Kering, Nyaris Tak Berair

Jumat, 24 September 2021 | 13:25 WIB

Banjir Kabupaten Bandung Disebabkan Perilaku Buruk Warga

Selasa, 21 September 2021 | 21:12 WIB
X