Berawal dari Barbel Semen, Cantika Aisah Harumkan Indonesia di Kancah Dunia

- Minggu, 25 Juli 2021 | 18:35 WIB
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah bersiap melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.
Lifter putri Indonesia Windy Cantika Aisah bersiap melakukan angkatan snatch dalam kelas 49 Kg Putri Grup A Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum, Tokyo, Jepang, Sabtu (24/7/2021). Windy Cantika berhasil mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia yakni perunggu dengan total angkatan 194 Kg.

CIMAUNG, AYOBANDUNG.COM -- Untuk  bisa berprestasi, tidak selalu harus memiliki barang mewah. Hal ini ditunjukan oleh Windy Cantika Aisah, Lifter asal Kabupaten Bandung yang menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia dalam Olimpiade Tokyo 2021.

Cantika, merupakan anak dari pasangan Asep Hidayat dan Siti Aisah warga Cimaung, Kabbupaten Bandung. Berada di Kampung, membuat Cantika harus membuat sendiri peralatan sederhana untuk melatih kemampuannya.

Sama halnya dengan Siti Aisah, Cantika tertarik dalam olah raga angkat besi. Namun karena berada jauh dari fasilitas olah raga, membuat keluarga membuat alat sederhana untuk latihan.

Salah satunya adalah barbel untuk latihan mengangkat beban. Dalam latihan, Cantika menggunakan barbel sederhana terbuat dari semen yang dibuat oleh Asep.

"2012 saya membuat barbel ini. Kalau belajar biasanya sore di sini menggunakan barbel ini," ujar Asep, Minggu 25 Juli 2021 

Waktu itu Cantika masih berusia 10 tahun. Barbel seberat 12,5 Kg dari semen itu digunakan Cantika untuk memupuk bakat. Hingga akhirnya sekarang bisa berprestasi di kancah internasional.

Barbel buatan Asep sekarang masih tersimpan walaupun sudah retak. Namun, berawal dari barbel sederhana, justru mengantarkan Cantikan ke podium Olimpiade.

"Tidak menyangka. Barbel ini akan disimpan dan dijadikan kenang-kenangan," imbuhnya.
 

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Sudah Setahun Situ Sipatahunan Kering, Nyaris Tak Berair

Jumat, 24 September 2021 | 13:25 WIB

Banjir Kabupaten Bandung Disebabkan Perilaku Buruk Warga

Selasa, 21 September 2021 | 21:12 WIB
X