Kejar Target, Bandung Barat Akan Vaksinasi 187 Ribu Anak

- Rabu, 21 Juli 2021 | 16:55 WIB
Sejumlah anak menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin 19 Juli 2021. Pemerintah menggelar vaksinasi Covid-19 bagi 2.100 anak usia 12-17 tahun sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 nasional.
Sejumlah anak menjalani vaksinasi di Rumah Sakit Mata Cicendo, Jalan Cicendo, Kota Bandung, Senin 19 Juli 2021. Pemerintah menggelar vaksinasi Covid-19 bagi 2.100 anak usia 12-17 tahun sebagai upaya percepatan vaksinasi Covid-19 nasional.

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) terus mengejar target vaksinasi Covid-19 untuk mencapai angka minimal kekebalan komunal atau herd immunity. Terbaru, KBB diberi tugas untuk melaksanakan vaksinasi terdapat 187 ribu anak-anak usia 12 tahun hingga 17 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandung Barat Nurul Rasyihan mengatakan angka tersebut didapat dari data yang dikantongi Puskesmas di setiap desa.

"Jadi data awal ini laporan dari puskesmas karena kan tiap puskesmas punya data rentang usia warga. Terus di kecamatan juga ada. Jadi untuk data ini belum melibatkan Dinas Pendidikan (Disdik)," kata Nurul, Rabu 21 Juli 2021.

Menurutnya, sampai saat ini jumlah anak yang telah divaksin baru mencapai angka 417 orang. Dinas Kesehatan terus berusaha agar target tersebut bisa tercapai secara maksimal.

"Untuk vaksinasinya sudah berjalan. Sampai hari ini ada sekitar 417 anak yang sudah divaksinasi. Kalau soal target, itu semaksimal mungkin," ungkapnya.

Saat ini tempat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk anak usia 12-17 tahun masih bercampur dengan orang dewasa bahkan lansia yakni di setiap fasilitas kesehatan hingga sentra vaksinasi yang digelar setiap instansi termasuk Dinkes Bandung Barat.

"Sejauh ini untuk yang khusus bagi anak belum ada, jadi masih campur. Tapi kedepannya akan ada gebyar vaksinasi khusus untuk anak, jadi kita akan koordinasi dulu dengan Disdik untuk sinkronisasi data yang mereka punya dengan data kita," ujar Nurul.

Sejauh ini pihaknya belum menerima ada laporan soal anak yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19 dan mengalami efek samping usai vaksinasi. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan keyakinan orangtua untuk mendukung vaksinasi COVID-19 bagi anak-anak mereka.

"Menang permasalahan di masyarakat itu banyak yang menolak vaksinasi. Karena enggak paham dan terlalu banyak menyerap berita hoaks. Jadi dengan edukasi yang kita berikan dengan melibatkan lintas bidang dan program, diharapkan bisa jadi bekal dan meyakinkan mereka agar mendukung vaksinasi termasuk buat anak-anaknya," ujar Nurul.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Pandemi Tidak Membuat Bisnis Ikan Koi Surut

Minggu, 19 September 2021 | 16:50 WIB

19 Objek Wisata Kabupaten Bandung Siap Dibuka

Jumat, 17 September 2021 | 16:47 WIB

Pangalengan bakal Jadi Tempat Pelatnas Atletik

Kamis, 16 September 2021 | 21:17 WIB

Diam-Diam Sahrul Gunawan Syuting di Kabupaten Bandung

Kamis, 16 September 2021 | 17:27 WIB
X