Ridwan Kamil Temukan Dua Pabrik Tekstil di Dayeuhkolot Langgar PPKM

- Minggu, 11 Juli 2021 | 07:00 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar konferensi pers perihal kondisi siaga 1 Bandung Raya di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa 15 Juni 2021.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggelar konferensi pers perihal kondisi siaga 1 Bandung Raya di Makodam III Siliwangi Bandung, Selasa 15 Juni 2021.

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil bersama Forkopimda Jabar melakukan sidak ke dua pabrik tekstil yang berada di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Sabtu, 10 Juli 2021. Saat melakukan sidak Ridwal kamil masih menemukan perusahaan yang tidak taat aturan.

Sidak dilakukan untuk memastikan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan. Salah satu aturan PPKM Darurat yakni industri orientasi ekspor yang masuk sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50% di fasilitas produksi atau pabrik.

Sedangkan, wilayah perkantoran pendukung operasional hanya diperbolehkan maksimal 10% staf. 

Namun, saat melakukan sidak di PT Daliatex Kusuma, Ridwan Kamil menemukan karyawan yang Work From Office (WFO) melebihi kapasitas 50%.

"Hasilnya ditemukan sudah mengurangi, tapi tidak taat aturan atau lebih dari 50% WFO," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, dilaporkan Republika.

Menurut Emil, pihaknya langsung menegur pimpinan perusahaan agar menaati aturan 50% WFO. "Sudah ditegur walaupun hasil verifikasinya memang ada pengurangan, tapi saya ingatkan untuk tetap ikuti aturan 50%," katnya.

Pelanggaran, kata dia, juga ditemukan saat sidak ke PT Candratex Sejati. Perusahaan masih melakukan WFO 100 persen. Ia pun langsung memberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

"Di pabrik yang kedua terjadi pelanggaran dan akan ditindak secara hukum sesuai aturan, ini ada Kajati yang mengawal karena karyawannya masih 100%," katanya.

Emil menegaskan, walaupun perusahaan tersebut berorientasi ekspor dan memiliki dokumen Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI), tetapi tetap harus mematuhi aturan dalam PPKM Darurat.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Warga Beberkan Penyebab Andir Sering Banjir Lumpur

Senin, 20 September 2021 | 19:11 WIB

Pandemi Tidak Membuat Bisnis Ikan Koi Surut

Minggu, 19 September 2021 | 16:50 WIB

19 Objek Wisata Kabupaten Bandung Siap Dibuka

Jumat, 17 September 2021 | 16:47 WIB

Pangalengan bakal Jadi Tempat Pelatnas Atletik

Kamis, 16 September 2021 | 21:17 WIB
X