Masyarakat Masih Belum Paham dan Peduli Pengolahan Sampah

- Kamis, 24 Juni 2021 | 13:48 WIB
Tumpukan sampah terlihat menggunung di depan sentra pertokoan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Tumpukan sampah terlihat menggunung di depan sentra pertokoan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.300 ton/hari. Sayangnya, baru sekitar 62% yang bisa ditangani dengan cara pengangkutan ke TPA.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, penyelesaian sampah harus dilakukan sejak dari hulu, yakni sumber produksi dalam hal ini adalah rumah tangga.

Namun tidak sedikit masyarakat yang memahami pengolahan sampah, sehingga banyak oknum yang membuang sampah ke jalan. Di sisi lain, sudah ada Perda yang mengatur, salah satu isinya berisi sanksi bagi pembuang sampah sembarangan.

"Berdasarkan Perda, sanksinya denda sampai Rp50 juta atau kurungan 6 bulan penjaran," ujar Dadang saat launching kader Bandung bedas bersih sampah di Soreang, Kamis 24 Juni 2021.

Banyaknya oknum masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, kata Dadang, dikarenakan beberapa hal. Mulai dari belum mengerti pengolahan sampah, termasuk tidak mengetahui informasi mengenai sanksi membuang sampah sembarangan.

"Kader Bandung bedas bersih sampah ini tugasnya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pengolahan sampah secara mandiri termasuk menyebarluaskan informasi sanksi kepada masyarakat yang belum paham," paparnya.

Dengan menyebarkan informasi dan pengolahan sampah secar mandiri, Dadang yakin masalah sampah di Kabupaten Bandung akan terselesaikan.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X