Batuan dari Kendan Ternyata Digunakan Manusia Pruba Gua Pawon

- Rabu, 23 Juni 2021 | 16:00 WIB
Pengunjung saat mendatangi Gua Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 21 April 2021. Untuk meningkatkan daya jual kawasan Gua Pawon supaya menarik di mata wisatawan, Pemda KBB berencana akan membangun Museum Gua Pawon.
Pengunjung saat mendatangi Gua Pawon di Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jumat 21 April 2021. Untuk meningkatkan daya jual kawasan Gua Pawon supaya menarik di mata wisatawan, Pemda KBB berencana akan membangun Museum Gua Pawon.

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Situs Kendan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung bukan hanya sebagai peninggalan kerajaan Kendan pada abad 7 Masehi, tetapi ribuan tahun sebelumnya ternyata sudah memiliki sejarah manusia Purba.

Kepala Bidang Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung, Aten, mengatakan berdasarkan penelitian ahli, ditemukan fakta menarik mengenai situs Kendan di Cicalengka.

"Jadi 12.000 tahun lalu, di daerah situ terjadi ledakan. Lelehan lava mendingin cepat dan menjadi bebatuan," ujar Aten, Rabu 23 Juni 2021.

Bebatuan hasil lelehan lava yang mendingin cepat tersebut, saat ini dikenal dengan nama batuan Kendan.

Menariknya, batuan tersebut digunakan oleh manusia purba yang menempati Gua Pawon, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Jadi manusia purba Gua Pawon, berjalan dari Padalarang menuju Cileunyi, kemudian ke Kendan hanya untuk mengambil batuan dari sana," katanya.

Batuan tersebut diambil untuk dijadikan bahan baku pembuatan perkakas rumah tangga. Perabotan peninggalan manusia purba di Gua Pawon menjadi penelitian arkeolog.

"Kami sedang mengupayakan pengembangan pariwisata sejarah dan budaya kerajaan Kendan. Karena banyak fakta menarik yang menjadi potensi pariwisata di sana," ujarnya.

Selain fakta tersebut, Kendan juga memiliki catatan sejarah mengenai kerajaan Kendan pada abad 7 Masehi.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

X