Penerapan Prokes Ketat, Tak Ada Klaster Covid-19 di Pilbup Bandung

- Selasa, 22 Desember 2020 | 16:22 WIB
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan seragam sekolah melayani warga saat pemungutan suara di TPS 03 Kampung Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12/2020).
Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menggunakan seragam sekolah melayani warga saat pemungutan suara di TPS 03 Kampung Cikondang, Desa Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (9/12/2020).

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kabupaten Bandung menjamin tidak ada klaster baru Covid-19 dalam pilkada 2020. Masyarakat diminta terus menerapkan protokol kesehatan.

"Tidak ada klaster dalam Pilkada di Kabupaten Bandung. Memang beberapa waktu lalu terjadi lonjakan kasus," tutur Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bandung Yudi Abdurrahman, Selasa (22/12/2020).

Klaster pilkada memang menjadi kekhawatiran bagi Pemkab Bandung, mengingat proses pungut hitung memiliki risiko terjadi penumpukan orang di TPS.

Namun protokol kesehatan yang ketat dinilai telah berhasil mencegah penyebaran Covid-19. Untuk mencegah penumpukan, KPPS memberikan jadwal pencoblosan kepada masyarakat.

KPPS juga menyediakan sarung tangan plastik untuk digunakan oleh pemilih, sehingga kontak fisik nyaris tidak terjadi.

Sementara itu lonjakan kasus, kata Yudi, terjadi karena adanya klaster keluarga. Dalam beberapa kasus yang ditemukan, klaster keluarga terjadi karena ada salah seorang anggota keluarga terpapar di daerah lain dan menularkannya kepada anggota keluarga.

"Kami imbau masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan," tutupnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Pangalengan bakal Jadi Tempat Pelatnas Atletik

Kamis, 16 September 2021 | 21:17 WIB

Diam-Diam Sahrul Gunawan Syuting di Kabupaten Bandung

Kamis, 16 September 2021 | 17:27 WIB
X