PSSI Hapus Kebijakan Gaji 25 Persen, Ini Alasannya

- Rabu, 30 Juni 2021 | 18:01 WIB
PSSI.
PSSI.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Sekjen PSSI, Yunus Nusi, mengatakan pihaknya telah menghapus sistem gaji 25 persen sesuai Surat Keputusan (SK) beberapa waktu lalu. Kini, PSSI menyerahkan kepada klub terkait gaji pemain.

"Bahwa kalau penggajian 25 persen berlaku pada musim lalu. Musim ini, kami serahkan ke klub masing-masing.Tentang kontrak, khususnya menyangkut klub dengan pemain dan pelatih, semua kami serahkan kepada klub," ujarnya.

Diketahui sebelumnya, PSSI mengeluarkan surat keputusan yang berisikan klub boleh membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial tim maksimal 25 persen dari nilai kontrak yang disepakati. Hal tesebut karena saat ini tidak ada kompetisi yang bergulir akibat pandemi Covid-19.

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga resmi menunda kompetisi Liga 1 2021. Sejatinya, Liga 1 2021 dijadwalkan akan bergulir mulai 9 Juli 2021. Pada laga pembuka akan mempertemukan antara PSS Sleman vs Persija Jakarta yang digelar di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Yunus Nusi menuturkan karena melonjaknya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia, maka Liga 1 2021 harus ditunda.

"Maka dengan ini kami sampaikan, pertama PSSI kemarin telah menerima surat dari Satgas Covid, isi surat tersebut meminta PSSI dan PT LIB menunda Liga 1 sampai akhir Juli 2021. PSSI memahami dan atas dasar kemanusiaan kami mengikuti arahan pemerintah melalui Satgas Covid-19 saat ini. PSSI memberi dukungan kepada pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 dengan menunda kompetisi," ujarnya, Selasa 29 Juni 2021.

Penundaan Liga 1 2021 guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang melonjak tinggi. PSSI dan PT LIB belum bisa memastikan sampai kapan kompetisi Liga 1 2021 ditunda.

Selain Liga 1 2021, penundaan juga dialami Liga 2 dan Piala Wali Kota Solo. Padahal, seharusnya turnamen pramusim Piala Wali Kota Solo digelar pada Selasa 29 Juni 2021.

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X