Buntut Performa Buruk Musim Ini, Juventus Kini Terpecah Belah

- Selasa, 23 Maret 2021 | 07:10 WIB
Logo Juventus.
Logo Juventus.

TURIN, AYOBANDUNG.COM — Setelah merebut gelar juara Serie A Liga Italia sembilan kali secara beruntun, performa Juventus mendadak buruk musim ini. Tak pelak, beragam isu tak baik pun bermunculan.

Salah satu isu terpanas, Presiden Juventus, Andrea Agnelli, dikabarkan terlibat perseteruan dengan Pelatih I Bianconeri, Andrea Pirlo. Tersisa ketegangan tinggi di dalam ruang ganti Juventus, dengan adanya konfrontasi antara sang presiden dan pelatih setelah kekalahan memalukan 0-1 dari klub semenjana Benevento.

Dalam laga itu, Si Nyonya Tua menyerah 0-1 lewat gol semata wayang Adolfo Gaich pada menit ke-69,  Minggu (23/3/2021) malam WIB. Kegagalan memetik poin di laga ini membuat Si Nyonya Tua kian tertinggal dalam perebutan scudetto musim ini. 

I Bianconeri sekarang terpaut 10 poin dari Inter Milan, yang kokoh di puncak klasemen sementara dengan raihan 65 poin dari 27 laga.

Tidak hanya itu, Juventus juga memiliki koleksi poin yang sama dengan Atalanta, yang berada di peringkat keempat, yaitu 55 poin. Namun, berbeda dari La Dea, yang telah tampil di 28 laga, Juventus masih mengantongi satu laga tunda, tepatnya saat menghadapi Napoli. Kendati begitu, kegagalan memetik poin penuh di laga kontra Benevento berimbas pada memanasnya suasana di ruang ganti pemain Juventus.

"Ada teriakan dan cacian yang terdengar dari ruang ganti pemain pasca-kekalahan dari Benevento. Hal ini menunjukkan adanya kekecewaan dan kemarahan yang besar di skuad Juventus. Suasana tim tengah berada dalam tensi tinggi," tulis laporan La Stampa seperti dilansir Football Italia, Senin (22/3/2021).

Tidak hanya itu, surat kabar yang berbasis di Turin itu pun menyebut, Agnelli dan Pirlo terlibat perdebatan dan perseteruan pasca-laga tersebut. Imbasnya, Pirlo mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan Si Nyonya Tua.

"Agnelli dan Pirlo bersitegang di dalam ruang ganti. Pirlo sepertinya tidak seyakin pada pekan lalu terkait rencananya untuk melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih Juventus," lanjut laporan La Stampa tersebut.

Selain kian tertinggal dalam perebutan scudetto musim ini, Juventus juga telah mengakhiri kiprahnya di pentas Liga Champions musim ini. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan disingkirkan FC Porto pada babak 16 besar Liga Champions. Meski bermain imbang 4-4 secara agregat, Juventus kalah agresivitas gol tandang dari Porto. 

Sebelumnya, Tuttosport menurunkan laporan terkait kelanjutan kiprah Pirlo di kursi pelatih Juventus. Pelatih yang baru melakoni debutnya menukangi tim utama tersebut terancam kehilangan posisinya sebagai pelatih Si Nyonya Tua apabila kembali menelan kekalahan mengejutkan di 10 laga terakhir di pentas Serie A musim ini.

Presiden Juventus harus lebih sabar?

Sebelumnya, Agnelli kerasaan apabila ia yakin dengan kapasitas Pirlo untuk melatih tim sekelas Juve. Baginya, Pirlo merupakan sosok yang dapat mengubah wajah permainan Juve. Salah satu yang disasar adalah peremajaan skuad.

Namun dalam babak baru Juve dengan Pirlo, Agnelli jelas harus lebih bersabar untuk tidak membicarakan banyak trofi. Berkaca dari visinya pada musim panas lalu, tujuan Juve adalah melakukan regenerasi pemain dengan menepikan sosok Giorgio Chiellini, dan Gianluigi Buffon dari skuad La Vecchia Signora.

Tetapi pada praktinya, persoalan Pirlo sendiri bukan hanya sebatas menggeber potensi pemain muda, satu-satunya yang membuat Agnelli murka adalah ketertinggalan timnya dari duo Milan. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X