60% Lebih Mantan Pasien Alami Gejala Long Covid-19, Bagaimana Mencegahnya?

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 11:00 WIB
[Ilustrasi] 60% Lebih Mantan Pasien Alami Gejala Long Covid-19, Bagaimana Mencegahnya?
[Ilustrasi] 60% Lebih Mantan Pasien Alami Gejala Long Covid-19, Bagaimana Mencegahnya?

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Lebih dari dua per tiga orang (lebih dari 60 persen) yang memiliki kasus Covid-19 ringan atau sedang akan terus mengembangkan gejala jangka panjang. Hal ini disimpulkan oleh studi dari University of Arizona Health Sciences.

"Ini adalah peringatan nyata bagi siapa saja yang belum divaksinasi," kata pemimpin peneliti Melanie Bell, seorang profesor biostatistik di College of Public Health di universitas tersebut seperti yang dikutip dari US News. 

"Jika Anda terkena Covid-19, kemungkinan Anda akan mengalami gejala jangka panjang sangat tinggi," imbuhnya.

Studi CoVHORT telah mengikuti warga Arizona yang memiliki Covid-19 sejak Mei 2020, serta mereka yang belum terinfeksi. Di antara peserta yang dites positif Covid-19, hampir 69 persen masih memiliki setidaknya satu gejala setelah 30 hari dan angkanya naik menjadi 77 persen setelah 60 hari.

Dikutip dari Suara.com -- jaringan Ayobandung.com, menurut temuan yang diterbitkan online 4 Agustus di jurnal PLOS ONE mereka dengan gejala jangka panjang Covid-19 cenderung kurang berpendidikan, memiliki alergi musiman dan kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Mereka juga melaporkan sendiri tingkat keparahan gejala yang lebih besar. 

Tiga puluh hari setelah tes positif Covid-19, gejala yang paling umum di antara pasien dengan Covid-19 jangka panjang adalah kelelahan, sesak napas, kabut otak, stres atau kecemasan, perubahan rasa dan bau, nyeri tubuh dan nyeri otot, insomnia, sakit kepala, dan nyeri sendi.

Jumlah rata-rata gejala adalah tiga jenis tetapi beberapa pasien bisa memiliki sebanyak 20 gejala sekaligus. 

Tingkat gejala jangka panjang Covid-19 di antara pasien dalam penelitian ini hanya sedikit lebih rendah dari yang diperkirakan untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Sebagian besar penelitian tentang gejala jangka panjang Covid-19 berfokus pada pasien rawat inap dengan infeksi parah. Studi CoVHORT bertujuan untuk mengisi kesenjangan dengan berfokus pada pasien Covid-19 yang tidak dirawat di rumah sakit.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Mata Kedutan, Normal atau Tanda Penyakit Serius?

Selasa, 21 September 2021 | 13:06 WIB

Cara Bedakan Gejala Infeksi Sinus vs Covid-19

Selasa, 21 September 2021 | 12:07 WIB

7 Cara Aman Menghadiri Resepsi Pernikahan

Selasa, 21 September 2021 | 08:33 WIB

Manfaat Dosis Vaksin Booster yang Harus Dipertanyakan

Selasa, 21 September 2021 | 08:22 WIB

Mata Bisa Tunjukan Risiko Demensia, Cek Sekarang!

Selasa, 21 September 2021 | 07:00 WIB

Manfaat Anak Bawa Bekal ke Sekolah, Bunda Harus Tau!

Senin, 20 September 2021 | 17:55 WIB

Kapan Anak Bisa Lepas Pampers ? Kenali Tanda-tanda Ini

Senin, 20 September 2021 | 15:17 WIB

5 Efek Positif Sering Pijat Telinga Setiap Hari

Senin, 20 September 2021 | 13:40 WIB
X