Keamanan Vaksin Covid-19 untuk Penderita Penyakit Komorbid, Cek Fakta Sekarang!

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 11:23 WIB
Keamanan Vaksin Covid-19 untuk Penderita Penyakit Komorbid.
Keamanan Vaksin Covid-19 untuk Penderita Penyakit Komorbid.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Program vaksinasi COVID-19 masih terus dilakukan di Indonesia. Namun, masih banyak isu tentang keamanan vaksin COVID-19 untuk penderita penyakit komorbid. Pertanyaannya, apakah vaksin COVID-19 aman diberikan kepada penderita penyakit komorbid, seperti diabetes atau hipertensi?

Penderita penyakit komorbid merupakan salah satu kelompok dengan risiko tinggi terinfeksi virus Corona. Jika terkena COVID-19, besar kemungkinan penderita penyakit komorbid akan mengalami gejala yang lebih berat, memerlukan perawatan yang intensif, bahkan lebih berisiko untuk meninggal dunia.

Keamanan Vaksin COVID-19 untuk Penderita Penyakit Komorbid
Mengingat risiko kematian dan komplikasi berbahaya yang lebih tinggi pada penderita penyakit komorbid dengan COVID-19, maka pemberian vaksin COVID-19 untuk penderita penyakit kronis atau komorbid penting untuk dilakukan.

Hal ini guna mencegah terjadinya komplikasi atau gejala berat pada kelompok tersebut, apabila terkena COVID-19.

DIkutip dari Alodokter.com, berikut adalah fakta mengenai keamanan setiap vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia untuk penderita penyakit komorbid:

1. Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac-CoronaVac adalah vaksin berisi virus Corona yang sudah dilemahkan atau dimatikan (inactived virus).

Sejauh ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyatakan bahwa vaksin Sinovac dinilai aman dan boleh diberikan kepada pasien yang memiliki penyakit komorbid tertentu, antara lain:

  • Penyakit paru-paru kronis, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), atau Interstitial lung disease (ILD).
  • Diabetes melitus
  • Hipertensi
  • Infeksi HIV, dengan syarat kadar CD4 pasien berada di atas 200 sel/mm3 dan pasien sedang dalam kondisi sehat
  • Gangguan psikosomatis
  • Kanker paru
  • Nodul tiroid
  • Obesitas
  • Penyakit hati

2. Vaksin AstraZeneca
Vaksin AstraZeneca merupakan vaksin yang mengandung virus biosintetik hasil rekayasa genetika (viral vector) dari virus influenza. Berdasarkan hasil uji klinis saat ini, vaksin AstraZeneca juga dinyatakan aman dan direkomendasikan untuk diberikan kepada penderita penyakit komorbid, seperti:

  • Diabetes melitus
  • Penyakit jantung
  • Penyakit peredaran darah
  • Penyakit paru-paru
  • Obesitas

Vaksin AstraZeneca sempat dilanda berbagai isu, yaitu risiko terjadinya pembekuan darah yang berbahaya bagi penderita penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

6 Bahan Dapur untuk Turunkan Berat Badan

Sabtu, 18 September 2021 | 15:00 WIB

Mimpi Basah Jarang Terjadi Setelah Menikah

Jumat, 17 September 2021 | 22:10 WIB

Tubuh Alami Hal Ini saat Nonton Film Horor

Jumat, 17 September 2021 | 14:23 WIB

Minum Air Cegah Gagal Jantung 25 Tahun Kemudian!

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WIB

5 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Ini

Jumat, 17 September 2021 | 10:51 WIB

Vaksin Covid-19 Sebabkan Hipoestesia, Kondisi Apa Itu?

Jumat, 17 September 2021 | 10:37 WIB

Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Tanda Lebih Bahagia?

Kamis, 16 September 2021 | 16:55 WIB

Cara Memutihkan Gigi Alami, Bahannya Banyak di Rumah!

Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Bela Diri untuk Wanita, 5 Teknik Ini Wajib Dikuasai!

Kamis, 16 September 2021 | 16:11 WIB

Kamu Takut Disentuh Orang Lain? Waspada Idap Fobia Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:53 WIB

Covid-19 Bisa Rusak Permanen Anak Muda, Apa Sebabnya?

Kamis, 16 September 2021 | 15:41 WIB

Diet Ini Atasi Disfungsi Ereksi, Pria Harus Tahu!

Kamis, 16 September 2021 | 15:19 WIB

Tanda Diabetes Semakin Parah, 5 Buah Ini Penakluknya!

Kamis, 16 September 2021 | 13:11 WIB
X