Vaksin Covid-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi, Kenali 3 Tandanya!

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 09:14 WIB
Vaksin Covid-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi, Kenali 3 Tandanya!
Vaksin Covid-19 Pengaruhi Siklus Menstruasi, Kenali 3 Tandanya!

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sakit kepala, nyeri pada lengan, demam, kelelahan dan mual adalah efek samping vaksin Covid-19 yang paling umum. Tapi, beberapa wanita bisa mengalami perubahan sikus menstruasi setelah suntik vaksin Covid-19.

Meskipun tidak ada penelitian yang menghubungkan vaksin Covid-19 dengan siklus menstruasi, para ahli mengatakan bahwa banyak wanita yang melaporkan perubahan siklus menstruasi setelah vaksin Covid-19.

Efek samping vaksin Covid-19 yang terkait siklus menstruasi itu, termasuk:

  • Menstruasi lebih berat dari biasanya
  • Periode menstruasi yang tertunda
  • Pendarahan vagina yang tak terduga

Dr Shree Datta, ginekolog ahli untuk INTIMINA, menjelaskan tentang cara vaksin Covid-19 bisa memengaruhi siklus menstruasi wanita. Meskipun penelitian, penelitian yang muncul sekarang ini menunjukkan bahwa virus corona Covid-19 bisa berdampak jangka pendek pada keseimbangan hormon pada periode menstruasi.

"Karena, peristiwa global seperti pandemi virus corona ini bisa memengaruhi individu secara psikologis dan fisik ke tingkat berbeda, tergantung pada kesejahteraan mental mereka," kata Dr Datta dikutip dari Express.

Satu penelitian menemukan bahwa sekitar 20 persen wanita yang terinfeksi virus corona Covid-19 memiliki periode menstruasi lebih ringan atau siklus menstruasi yang berkepanjangan. Tapi, tidak ada bukti bahwa virus corona Covid-19 ini berdampak pada kesuburan dalam jangka panjang.

Meskipun data mengenai hal ini masih kurang, Dr Datta mengatakan bukti yang muncul menunjukkan virus corona Covid-19 bisa berdampak apapun pada keseimbangan hormon.

"Saat ini, tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 memberikan pengaruh jangka panjang pada kesuburan atau keguguran dini," jelas Dr Datta.

Karena datanya masih terbatas, ada baiknya Anda memeriksa keseimbangan hormon jika siklus menstruasi berubah secara alami atau waktu setelah terinfeksi virus corona maupun vaksin Covid-19.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X