Simak! Ini Cara Mengatasi Keracunan Jengkol Menurut Dokter

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 11:42 WIB
 Cara Mengatasi Keracunan Jengkol Menurut Dokter.
Cara Mengatasi Keracunan Jengkol Menurut Dokter.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI, Prof Zubairi Djoerban, mengulas gangguan jengkolan yang muncul akibat mengonsumsi jengkol. Dia turut memberi tips mengatasi keracunan zat yang terkandung dalam jengkol.

Zubari mengamati ada orang yang tertarik mencoba jengkol, tapi takut karena khawatir jengkolan. Selama ini jengkol memang dianggap bisa mengangkat nafsu makan. Namun, makan jengkol berisiko karena jengkol mengandung asam jengkolat yang mudah mengkristal. 

"Sehingga hal itu dapat mengakibatkan terbentuknya kristal jengkolat di ginjal sehingga menyumbat aliran air kencing," kata Zubairi di akun Twitter resminya pada Rabu (4/8).

Zubairi mengatakan, risiko jengkolan tidak tergantung banyaknya jengkol yang dikonsumsi. Tapi tergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja, maka dapat menyebabkan terjadinya jengkolan.

"Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat? Belum jelas. Tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan. Yang jelas, jengkol yang tua itu mengandung lebih banyak asam jengkolat ketimbang jengkol muda," ujar Zubairi.

Zubairi menyampaikan, gejala jengkolan yaitu sakit perut yang amat sakit (kram), sangat nyeri ketika buang air kecil, urin sedikit dan sering mengandung darah. Pada kasus berat, urine bisa tidak keluar sama sekali.

"Untuk mengatasi jengkolan, seseorang harus diberi air soda. Diharapkan sifat basa dari air soda dapat menetralisasi asam jengkolat. Selain itu, minum air putih dalam jumlah banyak juga baik. Tujuannya agar kristal jengkolat larut dan keluar bersama urine," ujar Zubairi.

Selain itu, Zubairi mengingatkan gejala ringan jengkolan harus diwaspadai. Jika penyumbatan air kencing terjadi terus menerus, maka akan berbahaya bagi ginjal. Aliran urine yang tidak lancar mempermudah terjadinya infeksi saluran kemih dan pembengkakan ginjal yang akhirnya berisiko gagal ginjal.

"Jika infeksi berlangsung lama, maka dapat menimbulkan kerusakan permanen pada ginjal," ujar Zubairi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Banyak Makan Tapi Tak Mau Gemuk? Coba Cara Mudah Ini

Senin, 27 September 2021 | 15:50 WIB

Zodiak Bisa Bantu Deteksi Masalah Kesehatan, Yuk Cek!

Senin, 27 September 2021 | 14:24 WIB

Bolehkah Orang Alergi Obat Disuntik Vaksin Covid-19?

Minggu, 26 September 2021 | 15:59 WIB

6 Pemicu Kolesterol Tinggi, Ini Cara Mencegahnya

Minggu, 26 September 2021 | 12:29 WIB

Amankah Ibu Penderita Covid-19 Beri ASI untuk Bayinya?

Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
X