Buah Ini Usir Nyeri Otot sampai Diabetes, Cocok Jadi Camilan!

- Senin, 2 Agustus 2021 | 09:22 WIB
Buah mentega.
Buah mentega.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Apakah Anda bosan mengonsumsi jenis makanan yang sama, termasuk buah? Jangan khawatir, masih banyak jenis buah-buahan di pasar maupun toko buah, yang mungkin sebelumnya belum Anda coba, contohnya buah mentega. Buah yang mirip apel ini memiliki rasa manis yang legit, sehingga cocok untuk Anda nikmati sebagai pencuci mulut atau camilan. Ternyata, buah mentega juga kaya kandungan nutrisi sehingga memberi manfaat bagi kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya, ya?

Kandungan gizi buah mentega

Mabolo, bisbul, kamagon, atau velvet apple adalah sebutan lain dari buah mentega. Sementara nama latinnya adalah Diospyros blancoi. Di Indonesia, banyak orang menyebut buah ini sebagai buah mentega karena jika Anda belah, warna daging buahnya mirip seperti mentega.

Jika Anda perhatikan, buah langka ini mirip dengan apel atau kesemek, karena masih dalam satu famili. Selain manis dan harum, buah mentega kaya kandungan gizi sehingga banyak orang yang percaya jika buah ini memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dalam 100 gram buah mentega, terdapat berbagai nutrizi yang tubuh Anda butuhkan, seperti:

  • Protein: 0,82-2,79 gram.
  • Lemak: 0,22-0,38 gram.
  • Karbohidrat: 5.49-6.12 gram.
  • Gula: 6,25-18,52 gram.
  • Kalsium: 42.8 mg.
  • Serat: 0,74-1,76 gram
  • Asam sulfat: 0.11 gram.
  • Asam malat: 0,16 gram.
  • Zinc: 3,6 mg.
  • Kalium: 19,6 mg.
  • Riboflavin (vitamin B2): 0,75 mg.
  • Niasin (vitamin B3): 0,157 mg.
  • Vitamin C: 42,8 mg.

Manfaat buah mentegan untuk kesehatan

Dikutip dari Hellosehat.com, berdasarkan kandungan nutrisinya ini, buah mentega mungkin bisa memberikan manfaat pada kesehatan jika Anda konsumsi secara rutin, di antaranya:

1. Memiliki potensi mencegah kanker
Penyakit kanker memang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Akan tetapi, ahli kesehatan percaya bahwa penyakit ini berkaitan erat dengan mutasi DNA yang bisa terjadi karena paparan radikal bebas. Ya, mutasi DNA mengubah intruksi sel untuk tumbuh dan berkembang.

Ketika intruksi sel kacau, maka pertumbuhan dan perkembangan sel menjadi tidak terkendali. Sel akan terus menumpuk dan membentuk tumor. Tanpa pengobatan, sel kanker dapat menyebar dan merusak jaringan yang sehat.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Sesak Napas Setelah Sembuh Covid-19, Apa Penyebabnya?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Waspada, Pilek Menahun Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Ini

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:31 WIB
X