Waspada, Covid-19 Bisa Tingkatkan Risiko 4 Gangguan Kesehatan Ini

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:32 WIB
Ilustrasi - Simulasi penanganan pasien positif covid-19.
Ilustrasi - Simulasi penanganan pasien positif covid-19.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah studi mengungkapkan, para penyintas Covid-19 dalam enam bulan terakhir memiliki risiko lebih besar terhadap empat masalah kesehatan. Keempat masalah kesehatan tersebut adalah depresi, demensia, psikosis, dan strok.

Dilansir dari Republika, Sabu 31 Juli 2021, hal tersebut diungkapkan dalam sebuah studi yang dilakukan tim peneliti asal Inggris. Dalam studi ini, tim peneliti melakukan penilaian terhadap lebih dari 500 ribu kondisi pasien. Kondisi para partisipan dibandingkan dengan partisipan lain dengan usia, jenis kelamin, etnis, dan masalah kesehatan yang sama.

Tim peneliti berupaya mencari tahu seberapa besar kemungkinan orang-orang yang pernah terkena Covid-19 untuk mengalami 14 masalah psikologis dan saraf. Sebagian dari 14 masalah tersebut adalah hemoragik otak, strok, Parikinson, sindrom Guillain-Barre, demensia, psikosis, gangguan mood, dan gangguan kecemasan.

Berdasarkan studi ini, tim peneliti menemukan bahwa penyintas Covid-19 memiliki risiko 16 persen lebih besar untuk mengalami masalah psikologis atau saraf dibandingkan penyintas infeksi saluran pernapasan lain. Penyintas Covid-19 juga memiliki risiko 44 persen lebih tinggi untuk mengalami masalah tersebut dibandingkan penyintas flu.

Gangguan mood dan kecemasan paling sering ditemukan pada orang-orang yang terkena Covid-19. Akan tetapi, peneliti menilai kemunculan gangguan tersebut lebih dipicu oleh stres karena sakit atau dibawa ke rumah sakit.

Tim peneliti juga mendapati bahwa sebagian orang yang pernah terkena Covid-19 akan mengalami strok atau depresi dalam waktu enam bulan. Studi ini merupakan studi observasi, sehingga peneliti mengatakan studi ini tak dapat menjadi bukti bahwa Covid-19 yang menyebabkan kemunculan masalah-masalah psikologis atau saraf tersebut.

Ada sekitar 2 persen penyintas Covid-19 yang mengalami strok di kemudian hari. Akan tetapi, angka tersebut meningkat jadi 7 persen pada penyintas Covid-19 yang pernah dirawat di ICU dan menjadi 9 persen pada penyintas Covid-19 yang pernah mengalami gejala delirium.

Demensia juga mengenai 0,7 persen penyintas Covid-19. Angka ini meningkat jadi 5 persen pada penyintas Covid-19 yang pernah mengalami gejala delirium.

"Studi-studi sebelumnya menyoroti bahwa orang-orang dengan demensia memiliki risiko lebih besar mengalami Covid-19 berat, studi bar ini menginvestigasi apakah yang hubungan yang sebaliknya juga terjadi," kata Kepala Peneliti Alzheimer's Research UK Dr Sara Imarisio, seperti dilansir BBC.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

6 Bahan Dapur untuk Turunkan Berat Badan

Sabtu, 18 September 2021 | 15:00 WIB

Mimpi Basah Jarang Terjadi Setelah Menikah

Jumat, 17 September 2021 | 22:10 WIB

Tubuh Alami Hal Ini saat Nonton Film Horor

Jumat, 17 September 2021 | 14:23 WIB

Minum Air Cegah Gagal Jantung 25 Tahun Kemudian!

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WIB

5 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Ini

Jumat, 17 September 2021 | 10:51 WIB

Vaksin Covid-19 Sebabkan Hipoestesia, Kondisi Apa Itu?

Jumat, 17 September 2021 | 10:37 WIB

Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Tanda Lebih Bahagia?

Kamis, 16 September 2021 | 16:55 WIB

Cara Memutihkan Gigi Alami, Bahannya Banyak di Rumah!

Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Bela Diri untuk Wanita, 5 Teknik Ini Wajib Dikuasai!

Kamis, 16 September 2021 | 16:11 WIB

Kamu Takut Disentuh Orang Lain? Waspada Idap Fobia Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:53 WIB

Covid-19 Bisa Rusak Permanen Anak Muda, Apa Sebabnya?

Kamis, 16 September 2021 | 15:41 WIB

Diet Ini Atasi Disfungsi Ereksi, Pria Harus Tahu!

Kamis, 16 September 2021 | 15:19 WIB

Tanda Diabetes Semakin Parah, 5 Buah Ini Penakluknya!

Kamis, 16 September 2021 | 13:11 WIB
X