Usir Kolesterol Jahat hingga Hipertensi dengan Rempah Ini, Biasa Jadi Bumbu Masak!

- Jumat, 30 Juli 2021 | 15:51 WIB
Biji Kemiri.
Biji Kemiri.

Selain itu, salah satu kandungan dalam kemiri, yakni mineral kalium, terkenal dengan kemampuannya dalam menurunkan tekanan darah tinggi alias hipertensi.

Kalium bekerja dengan memberi efek relaksasi pada dinding pembuluh darah sehingga nantinya membuat darah mengalir lebih lancar ke seluruh sel-sel tubuh Anda. Dengan begitu, kerja jantung pun menjadi lebih ringan.

2. Melancarkan pencernaan
Manfaat kemiri selanjutnya yakni bantu memperlancar proses pencernaan makanan dalam perut. Ini bisa terjadi mengingat kemiri mengandung serat. Ditambah lagi, minyak yang terdapat pada kemiri dapat bertindak sebagai pencahar ringan.

Rutin makan kemiri dapat membantu membuat buang air besar (BAB) menjadi lebih lancar dan teratur. Serat makanan akan meningkatkan berat dan ukuran tinja sehingga kotoran lebih mudah dikeluarkan.

Kemiri juga memiliki sifat antimikroba yang tentunya akan berguna untuk mencegah diare yang disebabkan akibat keracunan makanan dan air yang telah terkontaminasi bakteri.

3. Menjaga kesehatan kulit
Manfaat kemiri yang satu ini berkat kandungan asam linoleatnya. Pada dasarnya, zat ini yakni komponen alami penghalang lipid kulit yang melindungi dari paparan lingkungan luar sehingga menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

Tanpa zat itu, penghalang kulit bisa rusak dan membuatnya rentan paparan zat yang berbahaya seperti alergen dan bakteri. Hal ini bisa menimbulkan kulit kering, gatal, dan kemerahan. Tak jarang kekurangannya berujung pada kondisi kulit seperti jerawat atau eksim.

Nah, untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan asam linoleat untuk kembali membentuk jaringan pelindung pada kulit. Salah satunya dengan mengoleskan kemiri pada kulit sebagai cara alami.

4. Bantu mempertahankan sistem imunitas
Seperti kebanyakan rempah-rempah, kemiri juga mengandung antioksidan yang mampu melindungi Anda dari risiko terhadap berbagai penyakit kronis akibat radikal bebas.

Radikal bebas bisa didapatkan dari lingkungan luar seperti polusi udara dan asap rokok. Bila jumlah radikal bebas dalam tubuh terlalu banyak, maka radikal bebas bisa menimbulkan stres oksidatif dan mulai menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB
X