Diabetes hingga Penyakit Jantung Kabur dengan Buah Ini, Tak Hanya Menyegarkan!

- Jumat, 30 Juli 2021 | 15:11 WIB
Buah lontar.
Buah lontar.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Anda tentu tak asing dengan buah lontar yang sering dijual oleh pedagang keliling. Masyarakat umumnya mengonsumsi lontar dengan memakan daging biji buahnya yang berbentuk mirip dengan kolang-kaling. Tahukah Anda bahwa buah lontar memiliki berbagai manfaat yang sayang jika dilewatkan? Berikut ulasannya.

Kandungan gizi dan vitamin dalam lontar
Lontar memiliki nama latin Borassus flabellifer dan banyak tumbuh di negara Asia Selatan dan Tenggara. Di Indonesia, buah lontar tumbuh subur pada bagian timur Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tidak hanya menyegarkan, dalam kandungan gizi buah lontar menyimpan manfaat dan khasiat untuk tubuh. Berdasarkan keterangan dari Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram buah lontar mengandung berbagai nutrisi sebagai berikut.

  • Air: 93,0 ml
  • Energi: 27 Kalori
  • Protein: 0,4 gr
  • Lemak: 0,2 gr
  • Karbohidrat : 6,0 gr
  • Serat: 1,6 gr
  • Kalsium: 91 mg
  • Fosfor: 243 mg
  • Zat besi: 0,5 mg

Lontar memiliki tekstur yang lunak, bening, dan termasuk makanan tinggi kandungan air. Beberapa daerah seperti sepanjang jalan Pantura, menjadikan lontar sebagai oleh-oleh bagi wisatawan.

Manfaat dan khasiat lontar
Masyarakat percaya bahwa lontar merupakan satu bahan pengobatan alami untuk berbagai macam penyakit. Benarkah demikian? Dikutip dari Hellosehat.com, berikut manfaat dan khasiat daging buah lontar untuk kesehatan tubuh.

1. Mengandung antioksidan untuk memerangi penyakit
Penelitian dari Food Science and Biotechnology menemukan kandungan antioksidan dalam lontar yang memiliki manfaat untuk tubuh.

Daging buah lontar memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi daripada bagian lainnya. Antioksidan merupakan zat yang akan membantu mencegah atau memperlambat kerusakan sel dalam tubuh karena stres oksidatif.

Stres oksidatif terjadi ketika jumlah radikal bebas lebih tinggi daripada antioksidan, sehingga menyebabkan reaksi kimia yang bernama oksidasi.

Radikal bebas merupakan zat yang terbentuk saat tubuh mengubah makanan menjadi energi. Hanya saja, Anda juga bisa mendapatkan paparan radikal bebas dari lingkungan luar seperti asap rokok, polusi, dan sinar matahari.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Waspada! Telapak Kaki Dingin Tanda Kolesterol Tinggi

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:26 WIB

5 Efek Buruk Posisi Tidur Miring Kanan dan Tengkurap

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:56 WIB

5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Wajah, Bikin Awet Muda!

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB

6 Manfaat Daun Jelatang, Obat Eksim hingga Rematik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:51 WIB

3 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Dibuat di Rumah!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Cara Jaga Kesehatan Otak dengan 6 Kebiasaan Mudah Ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB
X