Varian Delta Bisa Berisiko pada Anak, Apa Vaksinasi yang Tepat?

- Kamis, 29 Juli 2021 | 16:06 WIB
[Ilustrasi] Sebelumnya telah diketahui bahwa sebagian besar anak-anak  terhindar dari komplikasi serius Covid-19 sepanjang pandemi. Sementara lebih dari 4 juta anak telah terinfeksi SARS-COV-2, sebagian besar kasus telah ringan, jarang menyebabkan rawat inap dan kematian.
[Ilustrasi] Sebelumnya telah diketahui bahwa sebagian besar anak-anak terhindar dari komplikasi serius Covid-19 sepanjang pandemi. Sementara lebih dari 4 juta anak telah terinfeksi SARS-COV-2, sebagian besar kasus telah ringan, jarang menyebabkan rawat inap dan kematian.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Varian delta yang sangat menular terus menyebar membuat banyak orang khawatir efeknya pada anak-anak yang belum divaksinasi. 

Sebelumnya telah diketahui bahwa sebagian besar anak-anak  terhindar dari komplikasi serius Covid-19 sepanjang pandemi. Sementara lebih dari 4 juta anak telah terinfeksi SARS-COV-2, sebagian besar kasus telah ringan, jarang menyebabkan rawat inap dan kematian.

Melansir dari Healthline, ada laporan terbaru tentang anak-anak yang dirawat di unit perawatan intensif dan lebih banyak anak didiagnosis dengan Covid-19. Tetapi data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan tingkat rawat inap dan risiko penyakit parah belum meningkat di antara anak-anak.

Pada saat yang sama, para ahli penyakit menular tidak terkejut melihat kasus-kasus yang meningkat di kalangan anak-anak karena mereka masih belum divaksinasi dan mulai kembali ke kegiatan normal.

Menurut para ahli, cara paling efektif untuk melindungi anak-anak yang belum memenuhi syarat adalah membuat lebih banyak orang dewasa untuk divaksinasi.

"Anak-anak terhindar dari konsekuensi parah dari Covid-19 dan lebih kecil kemungkinannya untuk menyebarkannya, dan saya pikir itu tetap berlaku untuk varian delta meskipun berita utama yang menakutkan," kata Dr. Amesh Adalja,  ahli penyakit menular di Johns Hopkins Pusat Keamanan Kesehatan Universitas kepada Healthline.

Namun risiko anak-anak terinfeksi tampaknya meningkat dengan varian Delta. Varian Delta adalah varian yang lebih menular dan diharapkan untuk memicu wabah di daerah dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

Dikutip dari Suara.com -- jaringan Ayobandung.com, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), anak-anak masih memiliki risiko rendah sakit parah dari Covid-19 meski kecil. Data terbaru menunjukkan bahwa anak-anak membentuk sekitar 1,3 hingga 3,6 persen dari total rawat inap yang dilaporkan dan bahwa sekitar 0,1 hingga 1,9 persen dari semua kasus Covid-19 pada anak-anak mengakibatkan rawat inap.

"Rawat inap tidak meningkat pada anak-anak sebagai akibat dari varian delta, sehingga mereka masih tampak dalam rendah risiko Covid-19 bahkan dengan varian ini," kata Dr. Monica Gandhi, seorang spesialis penyakit menular dengan University of California, San Francisco.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Mengintip Selera Musik Psikopat, Apakah Sama denganmu?

Jumat, 24 September 2021 | 15:33 WIB

Sakit Dada Saat Bangun Tidur, Pertanda Penyakit Jantung?

Jumat, 24 September 2021 | 15:09 WIB

7 Penyebab Mulut Terasa Pahit, Jarang Disadari!

Jumat, 24 September 2021 | 11:06 WIB

Ramuan Herbal Diabetes, Bahannya Mudah Didapat!

Jumat, 24 September 2021 | 09:27 WIB

Beruban di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Jumat, 24 September 2021 | 08:43 WIB

Gejala PMS Dapat Terjadi pada Pria, Kok Bisa?

Kamis, 23 September 2021 | 16:45 WIB

Berat Badan Tak Berhasil Turun? 4 Hal Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 12:47 WIB

Jangan Abaikan Migrain atau Sakit Kepala!

Kamis, 23 September 2021 | 08:30 WIB
X