Lindungi Anak Indonesia dari Lonjakan COVID-19, Ini Pesan dr Reisa

- Minggu, 25 Juli 2021 | 15:32 WIB
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro.
Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Juru bicara penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro menekankan pentingnya untuk melindungi anak-anak dari lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Hingga saat ini, tak sedikit anak yang harus kehilangan orangtuanya akibat pandemi.

“Tekanan dan beban mental saat menjalani pandemi pasti tidak mudah bagi anak-anak Indonesia, dan yang paling membuat sedih, beberapa dari anak Indonesia, kehilangan orang tua mereka yang tidak dapat diselamatkan, pada saat menderita COVID-19,” ujar dr. Reisa sebagaimana dikutip dari Ayo Indonesia, Minggu 25 Juli 2021.

dr. Reisa turut menghaturkan belasungkawa atas duka yang menyelimuti anak-anak Indonesia di masa pandemi. 

“Kami turut berduka cita atas kehilangan mereka, dan mendoakan yang terbaik, bagi mendiang ayah bunda yang mendahului kita. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan kesabaran bagi anak yang ditinggalkan. Justru pada masa pandemi, anak Indonesia harus makin kita lindungi, agar masa depan mereka, yaitu masa depan kita juga, jauh lebih baik,” ungkapnya.

Salah satu cara melindungi anak di masa pandemi, selain dengan mengajak untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, juga dengan tanggap berupaya melacak potensi infeksi COVID-19 pada anak-anak.

"Lakukan tracing atau kegiatan melacak siapa saja yang sempat menjadi kontak erat dengan pasien yang baru saja diketahui positif COVID-19, supaya kita tahu siapa saja yang tertular dan yang tidak,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, bagi anak maupun masyarakat umum yang terinfeksi COVID-19, langkah treatment atau perawatan perlu dilakukan. Warga dapat memanfaatkan fasilitas seperti telemedisin atau konsultasi gratis dengan dokter.

"Hal tersebut salah satunya memutuskan apakah orang yang terinfeksi tersebut perlu melakuka isolasi mandiri, dirujuk ke isolasi terpusat punya pemerintah, atau dirujuk segera ke rumah sakit rujukan bila ada komorbid yang parah, agar dapat perawatan intensif,” ungkapnya. 

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

6 Bahan Dapur untuk Turunkan Berat Badan

Sabtu, 18 September 2021 | 15:00 WIB

Mimpi Basah Jarang Terjadi Setelah Menikah

Jumat, 17 September 2021 | 22:10 WIB

Tubuh Alami Hal Ini saat Nonton Film Horor

Jumat, 17 September 2021 | 14:23 WIB

Minum Air Cegah Gagal Jantung 25 Tahun Kemudian!

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WIB

5 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Ini

Jumat, 17 September 2021 | 10:51 WIB

Vaksin Covid-19 Sebabkan Hipoestesia, Kondisi Apa Itu?

Jumat, 17 September 2021 | 10:37 WIB

Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Tanda Lebih Bahagia?

Kamis, 16 September 2021 | 16:55 WIB

Cara Memutihkan Gigi Alami, Bahannya Banyak di Rumah!

Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Bela Diri untuk Wanita, 5 Teknik Ini Wajib Dikuasai!

Kamis, 16 September 2021 | 16:11 WIB

Kamu Takut Disentuh Orang Lain? Waspada Idap Fobia Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:53 WIB

Covid-19 Bisa Rusak Permanen Anak Muda, Apa Sebabnya?

Kamis, 16 September 2021 | 15:41 WIB

Diet Ini Atasi Disfungsi Ereksi, Pria Harus Tahu!

Kamis, 16 September 2021 | 15:19 WIB

Tanda Diabetes Semakin Parah, 5 Buah Ini Penakluknya!

Kamis, 16 September 2021 | 13:11 WIB
X